Adelia Riani Putri
Universitas Galuh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Collaborative Governance dalam Pengelolaan Sampah di Tempat Pemrosesam Akhir (TPA) Ciangir Kota Tasikmalaya Adelia Riani Putri; R. Rindu Garvera; Aditiyawarman
JISIPOL | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 10 No. 3 (2026): Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal JISIPOL September 2026
Publisher : Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ciangir Kota Tasikmalaya masih menghadapi persoalan berupa peningkatan volume sampah, keterbatasan sarana prasarana, belum optimalnya penerapan sanitary landfill, serta belum meratanya keterlibatan pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis collaborative governance dalam pengelolaan sampah di TPA Ciangir Kota Tasikmalaya dengan menggunakan model Penta Helix yang meliputi akademisi, dunia usaha, masyarakat, pemerintah, dan media massa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa collaborative governance dalam pengelolaan sampah di TPA Ciangir belum berjalan optimal secara keseluruhan. Sektor media massa menjadi aktor yang telah berjalan optimal karena berperan dalam penyebaran informasi, pembentukan opini publik, dan dorongan transparansi. Sementara itu, sektor akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan pemerintah masih menghadapi keterbatasan, seperti hasil kajian akademik yang belum menjadi dasar kebijakan, belum adanya kerja sama resmi dengan dunia usaha, partisipasi masyarakat yang masih terbatas, serta keterbatasan anggaran, armada, alat berat, BBM, dan personel. Penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan collaborative governance perlu dilakukan melalui peningkatan koordinasi lintas sektor, optimalisasi sarana prasarana, pengelolaan IPAL air lindi, serta tindak lanjut kerja sama dengan dunia usaha.