Nina Cicci Hasnani
Universitas Sulawesi Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbedaan Kualitas Hidup Berdasarkan Jenis Persalinan Wahida Munir; Immawanti; Nina Cicci Hasnani; Munadiah Wahyuddin; Muhammad Nawir
DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan Vol. 4 No. 2 (2026): DELIMA: Jurnal Kajian Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa (BBM) Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/delima.v4i2.713

Abstract

Persalinan merupakan peristiwa kehidupan multidimensi yang dapat memengaruhi kesejahteraan fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan perempuan. Periode pasca persalinan merupakan fase kritis pemulihan dan adaptasi sehingga kualitas hidup ibu perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan membandingkan kualitas hidup pasca persalinan antara ibu yang melahirkan secara pervaginam dan ibu yang menjalani seksio sesarea. Metode penelitian menggunakan desain potong lintang komparatif pada 150 ibu pasca persalinan, terdiri atas 75 ibu dengan persalinan pervaginam dan 75 ibu dengan seksio sesarea. Kualitas hidup diukur menggunakan instrumen World Health Organization Quality of Life versi singkat yang mencakup domain fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Data dianalisis menggunakan uji t independen untuk data berdistribusi normal dan uji Mann–Whitney U untuk data yang tidak berdistribusi normal, dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian diperoleh nilai rerata skor domain fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan lebih tinggi pada kelompok persalinan pervaginam ibandingkan kelompok seksio sesarea. Perbedaan pada keempat domain bermakna secara statistik (seluruh p < 0,001). Kesimpulan penelitian ini bahwa ibu yang melahirkan secara pervaginam memiliki skor kualitas hidup pascapersalinan yang lebih tinggi pada seluruh domain dibandingkan ibu yang menjalani seksio sesarea. Temuan ini mendukung perlunya pemantauan dan perawatan pasca persalinan yang komprehensif, terutama melalui manajemen nyeri, dukungan psikologis, dan dukungan sosial bagi ibu pasca seksio sesarea.