Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kualitas udara, pengetahuan mengenai risiko kesehatan akibat kabut asap, keterampilan perlindungan pernapasan, serta perilaku protektif masyarakat di Kota Palangka Raya. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang meliputi identifikasi masalah dan kebutuhan, edukasi mengenai kabut asap dan risiko ISPA, peningkatan literasi kualitas udara, diskusi dan studi kasus, demonstrasi serta praktik perlindungan pernapasan, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan dan literasi kualitas udara, serta penilaian perilaku protektif peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai risiko kabut asap dan ISPA, kemampuan memahami serta memanfaatkan informasi kualitas udara, keterampilan menerapkan perlindungan pernapasan, dan kecenderungan menerapkan perilaku protektif. Pendekatan yang mengintegrasikan edukasi, literasi kualitas udara, praktik perlindungan pernapasan, dan pendampingan dapat menjadi strategi pemberdayaan yang relevan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi paparan kabut asap karhutla. Keberlanjutan edukasi dan pendampingan diperlukan untuk mempertahankan pengetahuan dan perilaku protektif serta memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengambil keputusan kesehatan berdasarkan kondisi kualitas udara.