Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Probabilitas Sikap Indonesia Terhadap Pemerintahan Taliban Di Afghanistan Tahun 2021 Ida Susilowati; Muh Zulfadillah Alvarezel; Rafif Ibnu Widyadana; Syahril Ady Fahlanda Siregar
JOURNAL of LEGAL RESEARCH Vol 4, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Sharia and Law State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jlr.v4i2.25015

Abstract

Shortly after the withdrawal of US troops in Afghanistan, the Taliban quickly occupied the Afghan capital, Kabul. President Biden's decision to withdraw these troops from Afghanistan has attracted a lot of attention from various parties. Indonesia as a Muslim-majority country of course needs to determine its attitude towards the Taliban's rule. This journal analyzes the probability of Indonesia's attitude towards the Taliban government after the withdrawal of US troops in Afghanistan. The method used is descriptive qualitative with literature study data collection techniques. The results show that Indonesia tends to focus on establishing peace and upholding the rights of every citizen in Afghanistan. This is viewed from the principle of Indonesia's foreign policy which is "Free and Active" as well as the concept of norms and identity in the constructivism paradigm.
Islam Dalam Aktualisasi Peran G20 Dalam Mitigasi Krisis Moneter Di Indonesia Sebagai Salah Satu Konsekuensi Dari Konflik Rusia-Ukraina Yulia Rimapradesi; Fadhil Al Rasyid; Rafif Ibnu Widyadana
Power in International Relations Vol. 8 No. 1 (2023): PIR (Power in International Relations)
Publisher : Jurnal UPU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22303/pir.v8i1.9

Abstract

Berawal dari kekhawatiran dunia terhadap krisis finansial yang terjadi pada awal 1997 serta hasil dari perundingan lembaga G7 yang kemudian menjadi cikal bakal terbentuknya G20 sebagai bentuk protes tidak dilibatkannya negara-negara berkembang dalam menentukan jalannya pemulihan ekonomi global. Dunia bisa saja berbahagia pasca pandemi. Akan tetapi tidak dengan konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina yang dapat menyebabkan krisis moneter pada negara-negara yang menjalin kerjasama bilateral dengan kedua negara tersebut. Termasuk wilayah yang memiliki nilai defisit tertinggi yaitu kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Indonesia terimbas krisis moneter akibat konsekuensi dari perpecahan Rusia dan Ukraina. Penelitian ini ingin menjelaskan bahwa bagaimana peran G20 dalam melakukan mitigasi terhadap kendala krisis yang disebabakan oleh konflik Rusia dan Ukraina.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Literasi Kualitas Udara dan Perlindungan Pernapasan untuk Mencegah Risiko ISPA akibat Kabut Asap Karhutla di Kota Palangka Raya Noor Hujjatusnaini; Rafiq Ibnu Widyadana; Rafif Ibnu Widyadana
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 5 (2026): September
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/kalandra.v5i5.699

Abstract

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kualitas udara, pengetahuan mengenai risiko kesehatan akibat kabut asap, keterampilan perlindungan pernapasan, serta perilaku protektif masyarakat di Kota Palangka Raya. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat yang meliputi identifikasi masalah dan kebutuhan, edukasi mengenai kabut asap dan risiko ISPA, peningkatan literasi kualitas udara, diskusi dan studi kasus, demonstrasi serta praktik perlindungan pernapasan, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan dan literasi kualitas udara, serta penilaian perilaku protektif peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai risiko kabut asap dan ISPA, kemampuan memahami serta memanfaatkan informasi kualitas udara, keterampilan menerapkan perlindungan pernapasan, dan kecenderungan menerapkan perilaku protektif. Pendekatan yang mengintegrasikan edukasi, literasi kualitas udara, praktik perlindungan pernapasan, dan pendampingan dapat menjadi strategi pemberdayaan yang relevan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi paparan kabut asap karhutla. Keberlanjutan edukasi dan pendampingan diperlukan untuk mempertahankan pengetahuan dan perilaku protektif serta memperkuat kemandirian masyarakat dalam mengambil keputusan kesehatan berdasarkan kondisi kualitas udara.