Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Effect of Leadership, Competence, and Work Motivation on Employee Performance at Semen Community Health Center, Kediri Regency Heny Eka Indriasari; Yudied Agung Mirasa; Yeni L.N.A
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.671

Abstract

Kinerja pegawai merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan primer karena kebijakan organisasi, arahan pimpinan, kompetensi profesional, dan motivasi kerja diterjemahkan menjadi tindakan pelayanan sehari-hari oleh pegawai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, kompetensi, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di Puskesmas Semen Kabupaten Kediri. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional dilaksanakan di Puskesmas Semen pada 15 Agustus sampai 15 September 2026. Populasi penelitian berjumlah 65 pegawai dan seluruhnya digunakan sebagai sampel melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS Statistics versi 27 setelah dilakukan pengujian instrumen dan asumsi klasik. Secara deskriptif, kepemimpinan berada pada kategori baik pada seluruh responden (100%), kompetensi berada pada kategori kompeten pada seluruh responden (100%), motivasi kerja berada pada kategori tinggi pada 64 responden (98,4%) dan sedang pada 1 responden (1,6%), sedangkan kinerja pegawai berada pada kategori baik pada seluruh responden (100%). Pada model regresi, kepemimpinan memiliki koefisien -0,317 (t=-2,061; p=0,044), kompetensi memiliki koefisien positif 0,555 (t=4,115; p<0,001), dan motivasi kerja memiliki koefisien positif 0,280 (t=2,324; p=0,023). Ketiga prediktor secara bersama-sama menjelaskan 33,0% variasi kinerja pegawai (R=0,574; R²=0,330; adjusted R²=0,297), sedangkan 67,0% dijelaskan faktor lain di luar model. Temuan menunjukkan bahwa kinerja pegawai berkaitan dengan kepemimpinan, kompetensi, dan motivasi kerja. Koefisien kepemimpinan yang negatif perlu dibaca secara kontekstual dan tidak serta-merta dimaknai bahwa kepemimpinan yang lebih kuat selalu menurunkan kinerja. Implikasi manajerial mencakup penguatan kepemimpinan yang mendukung perubahan, pengembangan kompetensi berkelanjutan, sistem motivasi yang suportif, dan pemantauan kinerja secara berkala.