Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, lingkungan kerja, motivasi kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang, baik secara simultan maupun parsial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Lapas Kelas IIA Bangkinang dengan jumlah 102 orang, sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program IBM SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan budaya organisasi, lingkungan kerja, motivasi kerja dan komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, yang ditunjukkan oleh nilai F-hitung sebesar 438,373 dengan signifikansi 0,000. Secara parsial, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien regresi sebesar 0,043 dan signifikansi 0,010. Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,494 dan signifikansi 0,000. Motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,482 dan signifikansi 0,000. Komitmen organisasi juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,587 dan signifikansi 0,000. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,973 menunjukkan hubungan yang sangat kuat, sedangkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,945 menunjukkan bahwa keempat variabel independen mampu menjelaskan 94,5% variasi kinerja pegawai, sementara 5,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Berdasarkan nilai Standardized Beta, komitmen organisasi memiliki kontribusi relatif paling besar (β=0,394), diikuti motivasi kerja (β=0,300), lingkungan kerja (β=0,279), dan budaya organisasi (β=0,068). Temuan ini mengimplikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai pada Lapas Kelas IIA Bangkinang perlu dilakukan melalui penguatan budaya organisasi, penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, peningkatan motivasi kerja, serta penguatan komitmen organisasi secara terpadu, dengan komitmen organisasi sebagai faktor yang paling dominan