Heri Hermanto
Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ)

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSEP MACAPAT PADA PERMUKIMAN DESA-DESA DI KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO Heri Hermanto; Adinda Septi Hendriani
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol. 8 No. 2 (2021): May
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v8i2.1810

Abstract

Macapat adalah konsep tradisi bermukim di Jawa yang sudah berumur tua. Macapat adalah pola perkembangan permukiman yang bermula dari satu desa induk yang dikelilingi oleh empat anak desa yang terletak di empat penjuru mata angin. Konsep mancapat menjadi suatu tatanan kerja masyarakat dengan tradisi sawah dan menjadi basis geopolitik yang penting bagi kerajaan Hindu untuk mencapai kejayaannya. Sejak dulu masyarakat di kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo mengandalkan pertanian jagung dan tembakau pada ladangnya. Tradisi bermukim di desa-desa di kecamatan Kejajar diduga menggunakan konsep Macapat (Hermanto,H,2016). Kegiatan penelitian lanjutan dengan tema konsep Macapat pada permukiman desa di kecamatan kejajar ini menjadi penting, karena konsep Macapat dipakai pada masyarakat dengan tradisi sawah sedangkan di Kecamatan kejajar adalah masyarakat dengan tradisi ladang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desa Kreo yang di kelilingi oleh desa Tieng, desa Serang, desa kejajar, dan desa Buntu menggunakan konsep macapat dengan satu desa dikelilingi oleh 4 desa, tetapi tidak pada posisi 4 penjuru mata angin karena terhalang oleh alam.