Kemampuan pemecahan masalah matematika memerlukan kegiatan pembelajaran yang membimbing siswa melalui langkah penyelesaian secara sistematis. Hasil evaluasi awal di SD Negeri 15 Pangkalpinang menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan, terutama dalam memilih strategi, melaksanakan penyelesaian, dan memeriksa kembali jawaban. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis teori pemecahan masalah Polya serta mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam melatih kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar. Metode: Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Sebanyak 48 siswa kelas V terlibat dalam seluruh tahapan pengembangan, yaitu 3 siswa pada uji coba one-to-one, 6 siswa pada uji coba kelompok kecil, 15 siswa pada uji coba lapangan, dan 24 siswa pada uji efektivitas. Data dikumpulkan melalui wawancara, lembar validasi ahli, angket respons siswa, pretest, dan posttest. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan paired-samples t-test dengan bantuan SPSS 25. Hasil: Hasil validasi ahli memperoleh persentase rata-rata 91,14% dengan kategori sangat valid. Respons siswa memperoleh persentase 96,67% pada uji one-to-one, 90% pada uji kelompok kecil, dan 89,33% pada uji lapangan, dengan rata-rata keseluruhan 92% berkategori sangat baik. Hasil uji Shapiro–Wilk menunjukkan nilai signifikansi 0,137 pada pretest dan 0,104 pada posttest sehingga data berdistribusi normal. Hasil paired-samples t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Kesimpulan: Media interaktif berbasis teori Polya yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk melatih kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar.