Rizki Bastanta B. Manalu
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas keguruan Dan Ilmu Pendidikan , Universitas Katolik Santo Thomas

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PERMAINAN DETEKTIF IRAMA TERHADAP HASIL BELAJAR PJOK SISWA KELAS Novia Br Manik; Joen Parningotan Purba; Rizki Bastanta B. Manalu
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15820

Abstract

Physical education learning in rhythmic movement activities at primary schools often faces obstacles due to conventional and monotonous instructional methods, directly affecting students' low motivation and physical competence. This study aims to address this research gap by evaluating the implementation of the "Rhythm Detective" game-based learning model and investigating its significant effect on physical education learning outcomes among fifth-grade students at UPT SD Negeri 060886 Medan Baru in the 2025/2026 academic year. A quantitative approach with a one group pretest-posttest design was utilized. The target population comprised 65 fifth-grade students, from which 22 students from class V C were selected as research samples using a purposive sampling technique based on ethical considerations. Data collection techniques involved cognitive-motor tests, student questionnaires, structured classroom observations, and instructional documentation that had satisfied construct validity and reliability standards. The results revealed that the average pre-test score of 50.45 significantly increased to 77.95 in the post-test, supported by an average student questionnaire response of 81.13. Hypothesis testing using paired t-test produced t_"count" =7.502, exceeding t_"table" =1.717 at a significance level of 0.000<0.05, confirming that the alternative hypothesis (H_a) is accepted. In conclusion, the rhythm detective game-based learning model exerts a positive and significant effect on enhancing rhythmic movement learning outcomes, serving as an effective pedagogical alternative for primary school physical education. ABSTRAK Pembelajaran PJOK pada materi gerak berirama di sekolah dasar kerap mengalami kendala akibat model pembelajaran yang konvensional dan monoton, sehingga berdampak pada rendahnya motivasi serta hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis permainan "Detektif Irama" dalam menjembatani kesenjangan motivasi belajar tersebut serta mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar PJOK siswa kelas V UPT SD Negeri 060886 Medan Baru Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest-posttest design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas V yang berjumlah 65 orang, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 22 siswa pada kelas V C. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, angket respon siswa, observasi keterlaksanaan, dan dokumentasi yang telah melalui uji validitas serta reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan nilai rata-rata pre-test sebesar 50,45 meningkat secara signifikan menjadi 77,95 pada post-test, disertai rerata angket respon siswa sebesar 81,13. Pengujian hipotesis melalui uji-t menghasilkan t_"hitung" =7,502 yang lebih besar daripada t_"tabel" =1,717 dengan taraf signifikansi 0,000<0,05, sehingga H_a diterima dan H_0 ditolak. Dengan demikian, model pembelajaran berbasis permainan Detektif Irama terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar gerak berirama siswa sekolah dasar.    
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA Aida Rafelia Doloksaribu; Rizki Bastanta B. Manalu; Eka Kartika Silalahi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15833

Abstract

Natural and Social Sciences (IPAS) learning in elementary schools frequently encounters instructional constraints due to the dominance of conventional lecture methods that neglect individual accountability in collaborative tasks. The limited exploration of structured cooperative learning models regarding the topic of natural environmental changes has contributed to students' suboptimal conceptual understanding. This study aims to determine students' learning outcomes before and after being taught using the Numbered Head Together (NHT) model and to examine the significance of its effect on the IPAS learning outcomes of fifth-grade students at UPT SD Negeri 064991 Medan Amplas in the 2025/2026 academic year. A quantitative pre-experimental method using a one-group pretest-posttest design was employed. The research sample was determined using a total sampling technique involving all 21 fifth-grade students in class V-A. Data were gathered through validated written achievement tests, student response questionnaires, observation sheets, and documentation. Data analysis was conducted using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, and the paired sample t-test. The findings revealed that the students' average pretest score of 43.04 significantly increased to 76.52 in the posttest. The paired sample t-test yielded a t_"count"  value of -19.442 with a significance value of p=0.000<0.05, confirming a statistically significant difference in learning outcomes following the intervention. Consequently, the implementation of the Numbered Head Together (NHT) learning model exerts a positive and statistically significant effect on elementary school students' IPAS learning outcomes. ABSTRAK Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar kerap mengalami kendala akibat dominasi metode ceramah konvensional yang belum mengoptimalkan tanggung jawab individual dalam kerja kelompok. Keterbatasan eksplorasi model pembelajaran kooperatif terstruktur pada materi perubahan kondisi alam menyebabkan rendahnya pemahaman konsep siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diajarkan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) serta menguji signifikansi pengaruhnya terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V UPT SD Negeri 064991 Medan Amplas Tahun Ajaran 2025/2026. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimental (pre-experimental design) melalui rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh yang melibatkan seluruh anggota populasi siswa kelas V-A sebanyak 21 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes tertulis, angket respons, lembar observasi keterlaksanaan, dan dokumentasi yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara bertahap melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta uji hipotesis menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest peserta didik sebelum perlakuan sebesar 43,04 meningkat secara signifikan menjadi 76,52 pada saat posttest. Hasil pengujian hipotesis menggunakan paired sample t-test menghasilkan nilai t_"hitung" =-19,442 dengan nilai signifikansi p=0,000<0,05, membuktikan adanya perbedaan kemampuan kognitif yang signifikan pascaperlakuan. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar.