Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DINAMIKA URBANISASI DAN INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI KOTA BANDAR LAMPUNG Muhammad Zainal Ibad; Sagala, Radot Andriko
Tata Kota dan Daerah Vol. 18 No. 1 (2026): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2026.018.01.9

Abstract

Pertumbuhan perkotaan di Indonesia umumnya berkaitan erat dengan dinamika transportasi, salah satunya di Kota Bandar Lampung yang berperan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan pintu gerbang Pulau Sumatera. Urbanisasi yang pesat sejak 1990 hingga 2020 telah mendorong ekspansi lahan terbangun, peningkatan jumlah penduduk, serta kebutuhan transportasi yang semakin kompleks. Artikel ini bertujuan menganalisis interaksi antara pertumbuhan perkotaan dan infrastruktur transportasi dengan menggunakan kerangka teori sistem transportasi makro dan konsep self-organization. Asumsi utama artikel ini adalah adanya hubungan timbal balik antara pertumbuhan kota dan transportasi, di mana perkembangan jaringan transportasi memperluas kawasan terbangun, sementara peningkatan populasi dan konversi lahan menuntut penyediaan sarana transportasi baru. Metode yang digunakan meliputi analisis spasial terhadap citra satelit (Landsat 5 TM, Landsat 7 ETM+, dan Landsat 8 OLI/TIRS) serta analisis deskriptif kualitatif atas perkembangan jaringan transportasi darat dan laut. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan lahan terbangun, terutama pada periode 2010–2015 dengan kenaikan 2.417,86 hektar, bersamaan dengan pertumbuhan penduduk tertinggi sebesar 95.885 jiwa. Perubahan ini beriringan dengan pembangunan infrastruktur strategis seperti Stasiun Sukamenanti (2012) dan Jalan Tol Trans-Sumatera (2019) yang memperkuat peran Bandar Lampung sebagai simpul transportasi. Temuan menegaskan bahwa integrasi tata ruang dan kebijakan transportasi merupakan kunci penting untuk mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan mampu mengantisipasi permasalahan mobilitas di masa depan.