Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh self-efficacy, interview anxiety dan perceived organizational support terhadap job readiness peserta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yokosuka Training Center (YTC) Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yokosuka Training Center (YTC) Kabupaten Ponorogo. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung (offline). Analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics versi 27, yang meliputi uji instrumen (uji validitas dan uji reliabilitas), uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas), analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi (R²), uji parsial (uji t), serta uji simultan (uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap job readiness peserta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yokosuka Training Center (YTC) Kabupaten Ponorogo. (2) interview anxiety berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap job readiness peserta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yokosuka Training Center (YTC) Kabupaten Ponorogo. (3) perceived organizational support berpengaruh positif dan signifikan terhadap job readiness peserta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yokosuka Training Center (YTC) Kabupaten Ponorogo. (4) self-efficacy, interview anxiety dan perceived organizational support secara simultan berpengaruh signifikan terhadap job readiness peserta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Yokosuka Training Center (YTC) Kabupaten Ponorogo. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,720, yang berarti ketiga variabel independen mampu menjelaskan 72% variasi job readiness, sedangkan 28% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian.