Pembentukan karakter mandiri dan disiplin pada anak merupakan hal yang penting dalam pendidikan, namun sebagian besar penelitian terdahulu masih berfokus pada aspek makro dan fungsional transportasi seperti efektivitas program angkutan sekolah, pengaruh sistem zonasi, serta dampak ekonomi, tanpa menggali secara mendalam bagaimana penggunaan transportasi umum secara mandiri oleh anak berkontribusi terhadap pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses pembentukan karakter mandiri dan disiplin pada anak melalui penggunaan transportasi umum, khususnya untuk menggali pengalaman langsung anak-anak usia sekolah dasar, menengah pertama dan menengah atas yang menggunakan transportasi umum (KRL) di wilayah JABODETABEK dalam keseharian mereka bepergian ke sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis. Pelaksanaan penelitian dilakukan di wilayah sekitar Jakarta, tepatnya di stasiun KRL Depok. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada 8 anak yang dipilih secara random sampling. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang terbiasa menggunakan transportasi umum secara mandiri memiliki karakter mandiri dan disiplin yang lebih unggul dibandingkan teman sebayanya. Mereka menunjukkan kemampuan mengambil keputusan, memecahkan masalah, membantu teman yang kesulitan, memiliki pengendalian emosi yang baik, kepercayaan diri yang tinggi, serta kepekaan sosial yang cukup baik. Pengalaman menggunakan transportasi umum membentuk karakter tersebut melalui pembelajaran langsung, interaksi sosial, serta latihan emosi dan disiplin yang terintegrasi dalam setiap perjalanan. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa transportasi umum tidak hanya berfungsi sebagai sarana perpindahan, tetapi juga berperan sebagai media pembelajaran hidup yang efektif dalam membentuk karakter anak.