Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan Program Komunikasi Internasional Taruna Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) sebagai instrumen diplomasi pertahanan dengan menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edwards III yang meliputi dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Akademi TNI Angkatan Laut Surabaya. Informan dipilih secara purposive yang terdiri atas pejabat AAL, dosen Bahasa Inggris, perwira pendamping, dan taruna. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber, teknik, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan secara formal dan sistematis serta didukung oleh regulasi, komitmen pimpinan, struktur organisasi, dan ketersediaan sumber daya. Namun, implementasi belum sepenuhnya mencapai tujuan strategis sebagai instrumen diplomasi pertahanan karena masih terdapat kendala berupa komunikasi yang cenderung satu arah, pemanfaatan laboratorium bahasa yang belum optimal, keterbatasan waktu praktik, variasi kompetensi pedagogik dosen, serta koordinasi lintas unit yang belum efektif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi melalui penyusunan SOP komunikasi internasional, peningkatan kompetensi dosen, optimalisasi fasilitas pembelajaran, penguatan mekanisme evaluasi dan umpan balik, serta peningkatan koordinasi antar unit agar kompetensi komunikasi internasional taruna mampu mendukung diplomasi pertahanan Indonesia secara lebih optimal.