Meningkatnya minat masyarakat terhadap produk perawatan tubuh berbahan alami mendorong pengembangan sabun cair natural yang tidak hanya aman digunakan, tetapi juga memiliki mutu fisik yang baik dan diterima oleh konsumen. Kombinasi minyak atsiri jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan kemangi (Ocimum basilicum) dipilih karena memiliki aktivitas antibakteri, antiseptik, serta memberikan aroma yang menyegarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat penerimaan konsumen terhadap sabun cair natural yang diformulasikan dengan kombinasi kedua minyak atsiri tersebut melalui uji hedonik serta menganalisis stabilitas fisik sediaan selama penyimpanan. Penelitian menggunakan rancangan eksperimental dengan beberapa variasi formula. Penilaian hedonik dilakukan oleh panelis berdasarkan parameter warna, aroma, tekstur, dan tingkat kesukaan secara keseluruhan. Evaluasi stabilitas fisik meliputi pengamatan organoleptik, pengukuran pH, viskositas, tinggi busa, serta uji iritasi kulit. Data hasil pengujian dianalisis menggunakan One Way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% untuk mengetahui perbedaan antarformula. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa formula sabun cair natural dengan kombinasi minyak atsiri jeruk nipis dan kemangi memiliki karakteristik fisik yang stabil, tidak menimbulkan iritasi, serta memperoleh tingkat penerimaan yang baik berdasarkan uji hedonik. Dengan demikian, formulasi yang dikembangkan berpotensi menjadi produk kosmetik berbahan alami yang memenuhi aspek mutu, keamanan, dan preferensi konsumen sehingga layak untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sabun cair natural.