Social Studies instruction frequently faces obstacles regarding low active student engagement in contextual concept construction. This study aims to describe the implementation of the Project-Based Learning (PjBL) model assisted by pop-up media in Grade VIII Social Studies at SMP Negeri 4 Samarinda, while analyzing constraints encountered by teachers and students. A descriptive qualitative design was employed, with informants selected via purposive sampling, consisting of one Social Studies teacher and five students from class VIII-6. Data collection was carried out through classroom observations, in-depth interviews, and curriculum documentation analyses. Interactive data analysis applied data condensation, data display, and conclusion drawing verified through source and method triangulation. The findings revealed that PjBL implementation proceeded through three sequential stages: planning, executing the pop-up project, and conducting authentic assessments. Primary constraints stemmed from instructional time management, disparities in group collaboration, and technological operational barriers. ABSTRAK Pembelajaran IPS masih menghadapi tantangan berupa rendahnya keterlibatan aktif peserta didik dalam mengonstruksi pemahaman kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Project-Based Learning (PjBL) berbantuan media pop-up pada mata pelajaran IPS di kelas VIII SMP Negeri 4 Samarinda, sekaligus menganalisis kendala yang dihadapi oleh pendidik dan peserta didik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan penentuan subjek melalui purposive sampling, yang mencakup satu guru IPS dan lima peserta didik kelas VIII-6. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan telaah dokumen kurikulum. Analisis data interaktif menerapkan prosedur reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PjBL terlaksana secara terstruktur melalui tiga tahapan pokok, yaitu perencanaan, pelaksanaan proyek pembuatan media pop-up, dan evaluasi autentik. Kendala utama bersumber dari manajemen alokasi jam pelajaran, disparitas partisipasi kerja sama kelompok, serta keterbatasan pengoperasian media digital.