Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Pengembangan Kompetensi Keagamaan Anak melalui Pembelajaran Al-Qur’an, Keterampilan Menulis Arab, dan Aktivitas Kreatif di TPQ Baiturrahman Desa Mirigambar Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung Taufiq Hanif Sholehudin; Faruuq Trifauzi; Dewi Tri Mayasari; Suhana Khoirunisa’
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1249

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kondisi pembelajaran di TPQ Baiturrahman Desa Mirigambar yang sebelumnya lebih banyak berpusat pada kegiatan membaca Iqra’/Al-Qur’an secara bergiliran, sementara latihan menulis huruf hijaiyah dan aktivitas kreatif belum banyak dihadirkan. Padahal, penguasaan huruf Arab dan stimulasi motorik halus anak turut berperan dalam mendukung kesiapan belajar keagamaan pada usia dini. Pengabdian ini bertujuan mendampingi santri dalam membaca Al-Qur’an, melatih penulisan huruf hijaiyah, serta memperkenalkan kegiatan mewarnai sebagai variasi pembelajaran. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan model pendampingan partisipatif, melibatkan observasi lapangan, pengelompokan santri berdasarkan kemampuan, pelaksanaan kegiatan, dan pengamatan reflektif sepanjang proses. Subjek pengabdian adalah 33 santri TPQ Baiturrahman berusia TK kelompok kecil hingga SD kelas VI yang terbagi ke dalam tiga tingkat kemampuan membaca. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengelompokan santri membuat bimbingan membaca lebih terarah, latihan menulis huruf hijaiyah memberikan pengalaman baru yang mendorong keberanian santri mencoba menulis, dan kegiatan mewarnai efektif mengisi waktu tunggu sekaligus melatih motorik halus. Keterlibatan santri secara umum tampak lebih aktif dibandingkan sebelum pendampingan, meskipun perubahan ini belum diukur melalui instrumen baku. Pengabdian ini merekomendasikan keberlanjutan kegiatan serupa disertai penambahan tenaga pembina dan instrumen evaluasi yang lebih terstruktur.