Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Gross Profit Margin (GPM), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM) Terhadap Nilai Perusahaan pada Emiten Jakarta Islamic Index Periode 2021–2025 Afni Salsabila Putri; Eja Armaz Hardi; Solichah Solichah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.1294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Gross Profit Margin (GPM), Return On Assets (ROA), Return On Equity(ROE), dan Net Profit Margin (NPM) terhadap nilai perusahaan yang diproksikan dengan Price Earning Ratio (PER) pada emiten yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index (JII) periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan sampel delapan perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, PT Mayora Indah Tbk, PT Cisarua Mountain Dairy Tbk, PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk, dan PT Kalbe Farma Tbk. Data sekunder berupa laporan keuangan tahunan diolah dengan analisis regresi linear berganda. Hasil uji simultan (uji F) menunjukkan bahwa GPM, ROA, ROE, dan NPM secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap PER (F hitung 58,633; Sig. 0,002), dengan koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,378, yang berarti 37,8% variasi PER dijelaskan oleh keempat rasio tersebut, sedangkan 62,2% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Namun, hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa tidak satu pun dari keempat variabel independent, GPM (Sig. 0,523), ROA (Sig. 0,302), ROE (Sig. 0,925), dan NPM (Sig. 0,718) berpengaruh signifikan secara individual terhadap PER. Temuan ini mengindikasikan bahwa kombinasi indikator profitabilitas secara agregat memberi sinyal yang relevan bagi pasar, tetapi tidak ada satu rasio profitabilitas tunggal yang cukup kuat untuk memprediksi penilaian pasar terhadap saham emiten syariah secara sendiri-sendiri.