p-Index From 2021 - 2026
9.399
P-Index
This Author published in this journals
All Journal INFERENSI Islamic Ecomonics Journal Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Ekono Insentif Shirkah: Journal of Economics and Business Nizham Journal of Islamic Studies Al-Masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah KONSEP DAN TUJUAN PADA TINJUAN BISNIS SYARIAH Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Jurnal Bimas Islam Bertuah : Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam Indonesian Journal of Islamic Economics and Business EKSYA: Jurnal Ekonomi Syariah Jurnal Riset Manajemen dan Akuntansi (JURIMA) Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi Legal Protection for the Partnership Agreement Parties ADILLA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Syari'ah Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat ARZUSIN: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Dasar International Journal of Community Service (IJCS) Journal of Student Research Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Dan E-commerce Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Riset Akuntansi Sammajiva: Jurnal Penelitian Bisnis dan Manajemen Jurnal Kajian Dan Penalaran Ilmu Manajemen Jurnal Nuansa: Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Akuntansi: Jurnal Riset Ilmu Akuntansi Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah Maslahah: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah Menawan : Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi JIMEB: Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Bisnis Kajian Ekonomi dan Akuntansi Terapan Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Margin : Journal of Islamic Banking Al-masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah dan Pajak Al-Intaj : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Jurnal Manajemen, Bisnis dan Kewirausahaan Jurnal Publikasi Manajemen Informatika Journal of Shariah Economics ICONS Jurnal Riset dan Inovasi Manajemen BISNIS : Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam Al-Amwal: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MUSLIM MISKIN MELALUI QARDUL HASAN (Studi kasus Program Baitul Maal BMT Beringharjo Yogyakarta Tahun 2013) Hardi, Eja Armaz
Jurnal Ekonomi Islam Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Darrussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The issue of poverty is still a important case in Indonesia. Various programs held to decrease the number of poverty. One of these programs is qardhul hasan. Baitul Maal (BM) Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Beringharjo conduct the empowerment of muslim society by qardhul hasan program called Sahabat Ikhtiar Mandiri (SIM) which utilize funds from Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWA). This research aims to analyze the variables which supposed affecting the success of this program to increase the customer’s oncome and to analyze their income and shadaqa before and after following this program. This research used four independent variables; duration of program, mentoring quality, duration of office hour and shadaqa. It also used a dependent variable; it is the increase of income. At independent variable ‘mentoring quality’, the researcher used seven parameters, they are new perception of customer, solemnity, openness of BM, reminding, motivating customer’s business, soving their problems and create a new business. From the test result of F analysis, it is explainable that four independent variables could be used to predict the dependent variable (increase of income), whereas the test result from t analysis indicated that the variable X3 (duration of office hour) has a significance influence to the increase of customer’s income. For others three variables, they have no influence to their income. One of mentoring quality variable (X2) which has an influence to it is the openness to the customer. From the result of paired samples t test, it indicated that there is a different income and shadaqa of the customer before and after following this program.
FATWA DSN MUI DAN PERKEMBANGAN PRODUK PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Hardi, Eja Armaz
An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 6, No 1 (2019): An-Nisbah
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/an.2019.5.2.

Abstract

Aktikel ini mencoba untuk melihat posisi fatwa DSN-MUI terhadap perkembangan produk dan jasa bank syariah sebagai instrument syariah compliance. Hingga tahun 2017 fatwa terkait produk dan jasa pada lembaga keuangan syariah telah diterbitkan sebanyak 116 fatwa. Produk dan jasa yang dimanfaatkan oleh bank syariah secara umum dapat dibagi menjadi pola yaitu perhimpunan, pembiayaan dan produk jasa. Fatwa terbanyak dikeluarkan oleh DSN-MUI pada tahun 2000 dan 2002 yang merupakan respon cepat MUI untuk memberikan acuan instrument kepatuhan syariah. Kepatuhan syariah tersebut dituangkan dalam UU No. 10 Tahun 1998 perubahan UU No. 07 Tahun 1992 disebutkan bahwa bank syariah harus menggunakan prinsip-prinsip syariah. Kemudian diksi fatwa dijelaskan dan dicantumkan pada UU No. 21 Tahun 2008. Dilain pihak produk dan jasa yang dikeluarkan oleh bank syariah saat ini telah terakomodir dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh DSN-MUI. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, artikel ini menyimpulkan bahwa posisi fatwa belum memiliki peran yang signifikaan terhadap perkembangan produk dan jasa bank syariah. Hal ini dikarenakan bahwa fatwa berperan hanya sebagai komplementer bagi produk dan jasa bank syariah. disamping itu dikarenakan fatwa merupakan tuntutan Undang-Undang bagi sektor perbankan syariah dalam konteks kepatuhan syariah (syariah compliance). Selanjutnya fatwa juga diterbitkan setelah produk dan jasa sudah terbit bukan dengan mekanisme pembahasan terlebih dahulu.
The Debt Status of Commercial Company under Gharimin Perspective Hardi, Eja Armaz; Arifin, Sirajul; Djamaluddin, Burhan
Shirkah: Journal of Economics and Business Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.996 KB) | DOI: 10.22515/shirkah.v6i1.388

Abstract

Currently, commercial entity companies are not regarded yet as one of the groups that receive the zakat. This paper examines the debt status and its micro and macro-economic implications of corporations that experienced the debt shackled in the zakat system through analogy on personal gharim (person in the burden debt). The analysis presented here has been designed on a library research, an analogy method, as well as seen from a debt trap theory. This paper particularly argues that in the twist condition of enterprises to repay their debt, a commercial company may be entitled as the recipient of zakat on behalf of gharim (the fifth group who receives the zakat). It further argues that the loan of the commercial company has a larger impact than individual gharim. Synchronizing the entity companies as “syakhsun i’tibariyun” (the legal person) to the personal obligation to pay zakat is matched to be the reasons for their gharim’s status. The results of this paper contribute to expanding the recipient of zakat on behalf of gharim and enhance the insight of zakat distribution in Islamic philanthropy institutions.
Analisis Pemberdayaan Masyarakat Muslim Miskin Melalui Qardul Hasan Eja Armaz Hardi
Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 1 No 2 (2013): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.09 KB)

Abstract

Kemiskinan masih menjadi isu penting di Indonesia, berbagai program dikeluarkan untuk mengurangi angka kemiskinan. Dari sekian banyak program yang dapat digunakan adalah qardhul hasan. Pemberdayaan masyarakat muslim miskin dilakukan oleh Baitul Maal (BM) Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Beringharjo Yogyakarta dengan program qardhul hasan unggulannya disebut Sahabat Ikhtiar Mandiri (SIM) yang memanfaatkan dana himpunan dari Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel yang diduga berpengaruh terhadap keberhasilan program SIM dalam meningkatkan pendapatan nasabah dan menganalisis perbedaan pendapatan dan sedekah nasabah SIM sebelum dan sesudah mengikuti program. Penelitian ini menggunakan empat variabel independen Jangka Waktu Program (JWP), Kualitas Pendampingan (KP), Lama Jam Kerja (LJK) dan Sedekah (SDKH), sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah Peningkatan Pendapatan (PD). Pada variabel independen KP, peneliti menggunakan tujuh parameter yaitu wawasan baru bagi nasabah,kesungguhan, keterbukaan pihak BM, mengingatkan, memotivasi kegiatan usaha nasabah, memecahkan masalah nasabah dan menciptakan usaha baru. Dari hasil analisis uji F menunjukkan bahwa keempat variabel independen dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen yaitu PD. Sedangkan hasil uji t menunjukkan bahwa variabel yang signifikan mempengaruhi peningkatan pendapatan nasabah SIM adalah varibel X3 (LJK). Sedangkan ketiga varibel lainnya JWP, KP dan SDKH tidak memiliki pengaruh terhadap PD. Satu dari variabel KP (X2) yang mempengaruhi PD yaitu Kualitas Pendampingan: Keterbukaan pihak BM terhadap nasabah. Dari hasil uji Paired Samples t Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan dan sedekah nasabah sebelum dan sesudah mengukuti program SIM dari baitul maal BMT Beringharjo Yogyakarta.
Philanthropy and Sustainable Compassion: An Evidence of Charity Activism in Alumni Association of Islamic Boarding School Eja Armaz Hardi; Masnidar Masnidar; Efni Anita
INFERENSI: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/infsl3.v15i2.337-360

Abstract

Charity activism has been growing significantly since the pandemic covid-19 outbreak in the early 2020s among Indonesian Muslims. Not only state and non-state actors have taken a role to lessen covid-19-victims’ drawbacks through Islamic social finance, but also private organization and association have done the same. The purpose of this paper is to examine the sustainable charity of Azzavirtium Endowment Fund (Dana Abadi Azzavirtium/DAZZ), which has initiated by the 2004 alumni association of Darussalam Gontor Boarding School (Pondok Modern Darussalam Gontor/PMDG). Employing the model of Participation Action Research (PAR), this paper argues that the DAZZ's endowment fund management has given the pattern of sustainable Islamic social finance. Furthermore, this paper argues that the endowment fund has impacted on raising of sustainable compassion activism among alumni members, families, and even for the second generation. It further found that the orphans sponsoring has done with a textual understanding of religious orders without adding another material consideration.
MUSLIM YOUTH AND PHILANTROPHIC ACTIVISM Eja Armaz Hardi
Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Vol 16 No 01 (2021)
Publisher : IAIN Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/epis.2021.16.01.15-29

Abstract

Since the last two decades, charity movements have been flourishing in Indonesian Islamic landscape. These organisations are involving not only state sponsored organizations, but also non-government associations and professional industries. This article exclusively discusses the youth-based charity movements in two important Islamic universities in Indonesia and tries to offer a new glance of youth charity movement as to which their movement relates to the issue of identity and social welfare. The article uses a qualitative method through a systematic literature review, in-depth interview, and observation to the activities of two youth-based charity movements at two state Islamic universities in Jambi and Surabaya. This paper further argues that the spirit of philanthropic movement does not only depend on economic wealth, but also on social solidarity, Islamic principle of economic distribution, and networks among the students that have been successfully translated into both social welfare activism and humanitarian activities.
Analisis Pemberdayaan Masyarakat Muslim Miskin Melalui Qardul Hasan Eja Armaz Hardi
Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 1 No 2 (2013): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.09 KB)

Abstract

Kemiskinan masih menjadi isu penting di Indonesia, berbagai program dikeluarkan untuk mengurangi angka kemiskinan. Dari sekian banyak program yang dapat digunakan adalah qardhul hasan. Pemberdayaan masyarakat muslim miskin dilakukan oleh Baitul Maal (BM) Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Beringharjo Yogyakarta dengan program qardhul hasan unggulannya disebut Sahabat Ikhtiar Mandiri (SIM) yang memanfaatkan dana himpunan dari Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel yang diduga berpengaruh terhadap keberhasilan program SIM dalam meningkatkan pendapatan nasabah dan menganalisis perbedaan pendapatan dan sedekah nasabah SIM sebelum dan sesudah mengikuti program. Penelitian ini menggunakan empat variabel independen Jangka Waktu Program (JWP), Kualitas Pendampingan (KP), Lama Jam Kerja (LJK) dan Sedekah (SDKH), sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah Peningkatan Pendapatan (PD). Pada variabel independen KP, peneliti menggunakan tujuh parameter yaitu wawasan baru bagi nasabah,kesungguhan, keterbukaan pihak BM, mengingatkan, memotivasi kegiatan usaha nasabah, memecahkan masalah nasabah dan menciptakan usaha baru. Dari hasil analisis uji F menunjukkan bahwa keempat variabel independen dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen yaitu PD. Sedangkan hasil uji t menunjukkan bahwa variabel yang signifikan mempengaruhi peningkatan pendapatan nasabah SIM adalah varibel X3 (LJK). Sedangkan ketiga varibel lainnya JWP, KP dan SDKH tidak memiliki pengaruh terhadap PD. Satu dari variabel KP (X2) yang mempengaruhi PD yaitu Kualitas Pendampingan: Keterbukaan pihak BM terhadap nasabah. Dari hasil uji Paired Samples t Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan dan sedekah nasabah sebelum dan sesudah mengukuti program SIM dari baitul maal BMT Beringharjo Yogyakarta.
Filantropi Islam: Zakat Saham di Pasar Modal Syariah Indonesia Eja Armaz Hardi
Jurnal Bimas Islam Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v13i1.106

Abstract

Abstrak Perkembangan kajian filantropi Islam beberapa dekade terakhir telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perluasan implemetasi objek zakat. Objek harta kena zakat menjadi fokus diskusi oleh beberapa sarjana, lembaga sosial keagamaan, dan pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan zakat di Indonesia. Harta kekayaan perusahaan, zakat profesi, dan kepemilikan saham tidak luput menjadi objek harta kena zakat, hal ini didiskusikan dan diputuskan pada Muktamar ke-3 yang diselenggaran oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 2009 di Sumatera Barat, kemudian pada tahun 2017 gagasan tersebut direalisasikan dengan kesepakatan kerjasama antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Pasar Modal Syariah Indonesia Bursa Efek Indonesia (PMS-BEI) dalam program Sedekah dan Zakat Saham Nasabah (SAZADAH). Dalam realisasinya, program tersebut membebankan kewajiban zakat kepada akumulasi portofilio investor bukan pada kekayaan perusahaan. Disamping itu program tersebut melibatkan berbagai pihak yang menjadikan alur distribusi zakat menjadi kompleks. Oleh karena itu menarik untuk melihat hubungan relasi sosial di antara pelaku filantropis dalam program SAZADAH di PMS-BEI tersebut. Dengan menggunakan pendekatan teori relasi sosial, artikel ini berkesimpulan bahwa implentasi zakat saham di PMS-BEI merupakan relasi yang saling menguntung kedua belah pihak, walaupun pola relasi dalam program tersebut masuk dalam kategori mediated-engagement strategies dengan pola contributory dan brokering philanthropy. Abstract The development of Islamic philanthropic studies in the last few decades has contributed significantly to the expansion of zakat objects implementation. The object of property subject to zakat becomes the focus of discussion by several scholars, religious social institutions, and the government in accelerating the growth of zakat in Indonesia. Company property, professional zakat and share ownership are zakat property objects, this matter was discussed and decided at the 3rd Congress held by the Indonesian Ulama Council (MUI) in 2009 in West Sumatra, then in 2017 the idea realized by a cooperation agreement between the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) and the Indonesian Sharia Capital Market Indonesian Stock Exchange (PMS-BEI) in the Customer's Stock Alms and Zakat program (SAZADAH). In its realization, the program imposes zakat obligations on the accumulation of investor portfolios rather than on the company's wealth. Besides that the program involved various parties who made the distribution channel of zakat complex. Therefore, it is interesting to see the relationship of social relations among philanthropic actors in the SAZADAH program on the PMS-BEI. Using a social relations theory approach, this article concludes that the implementation of zakat shares on the PMS-BEI is a mutually beneficial relationship for both parties, even though the pattern of relations in the program falls within the category of mediated-engagement strategies with contributory and philanthropic brokering pattern.
KAIDAH AL-MASYAQQAH TAJLIBU AT-TAISIR DALAM EKONOMI ISLAM.docx Eja Armaz Hardi
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 6 No 02 (2018): Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.836 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang kaidah al-Mayaqqah Tajlibu at-Taisir dan kaitannya dengan aktifitas berekonomi sehari-hari khususnya pada ekonomi Islam. Kajian fiqh dengan berbagai macam kaidah di bawahnya menjadi salah satu elemen penting dalam kontruksi rancang bangun kegiatan muamalah Islam. Dari sekian banyak kaidah-kaidah tersebut al-Mayaqqah Tajlibu at-Taisir memberikan keluwesan yang singnifikan dalam bagi seorang muslim untuk menjalakan aktifitas sehari-hari, hal ini dikarena bahwa ditemukan dalil Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Beberapa contoh dalil-dalil dari Al-Quran adalah; QS Al-Baqarah: 185/286; QS An-Nisa: 28; QS Al-Maidah: 6; QS Al-A’raf: 157; QS Al-Haj: 78; QS An-Nur: 61. Dengan memanfaat studi literatur artikel ini menemukan bahwa Kemudahan-kemudahan yang diberikan melalui kaidah ini mencakup berbagai aspek dalam kehidupan umat Islam seperti dalam hal melaksanakan ibadah maupun dalam hal muamalah sehari-hari seperti ekonomi keuangan, sosial kemasyarakatan maupun dalam konteks keorganisasian.Disamping itu juga implementasi dari kaidah ini adalah dalam rangka mendapat kemudahan dalam setiap kesulitan tentu memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku sehingga kaidah ini tidak dipersalah gunakan.
Urgensi Tawakal Dalam Ekonomi Islam Eja Armaz Hardi
AL-MASHARIF: JURNAL ILMU EKONOMI DAN KEISLAMAN Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padngsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/masharif.v7i2.2184

Abstract

AbstractIn searching the origin of the word tawakal 38 times were repeated. 21 personal tawakal words, 11 mentioned that tawakal people are believers, 4 times the appeal for tawakal in general and 2 times the word is interpreted by delegation. Tawakal is one way to maintain good relations between the servant and Allah SWT. This vertical relationship must go hand in hand with the muamalah insaniyah relationship. In Islam, Muslims must uphold the values of trust in Allah. Because in every human activity is the result of efforts made and the intervention of Allah SWT. Then the mention of trusts 38 times. The concept of trust in the Koran is a personal activity of a servant to Allah. With many individuals trusting will form a community of faith. Meanwhile, in the context of Islamic economics, trustees will form a healthy, honest and clean market mechanism. Tawakal is also called upon to humans in general and tawakal can also be interpreted as a form of delegation of activities from one person to another.AbstrakPada penelurusan asal kata tawakal ditemui sebanyak 38 kali pengulangan. 21 kata tawakal yang bersifat personal, 11 disebutkan bahwa orang tawakal adalah orang yang beriman, 4 kali seruan untuk tawakal secara umum dan 2 kali kata tersebut dimaknai dengan delegasi. Tawakal merupakan satu dari cara untuk menjaga hubungan baik antara hamba dan Allah SWT. Hubungan vertikal ini harus beriringan dengan hubungan muamalah insaniyah. Dalam Islam, muslim harus menjunjung nilai-nilai tawakal kepada Allah. Karena dalam setiap aktifitas manusia merupakan hasil dari upaya yang dilakukan serta campur tangan Allah SWT. Kemudian penyebutan tawakal 38 kali. Konsep tawakal dalam al-Quran merupakan aktifitas personal seorang hamba kepada Allah. Dengan banyaknya individu bertawakal akan membentuk masyarakat beriman.Sedangkan dalam konteks ekonomi Islam pelaku tawakal akan membentuk mekanisme pasar yang sehat, jujur dan bersih. Tawakal juga diserukan kepada manusia secara umum dan tawakal dapat dimaknai juga sebagai bentuk delegasi kegiatan dari seseorang ke orang lain.
Co-Authors , Agusriandi Adib, Ridwan AGRIZKY SATIVA CAHYANI Agusriandi Agusriandi, Agusriandi Agustin Nengsih, Titin Ahmad Ismail Ahmad Syahrizal Ahmad Syukron Prasaja Ainatul Muassarah Alfiyanti, Ridha Amelia Novia Pitri Anggraeni, Lidya Ardi Hasri ARIF RAHMAN Arif Rahman Ramadhan As’Ad As’Ad As’ad Isma As’ad Isma Attin, Adilza Aulia maharani Aztyara Ismadharliani Aztyara Ismadharliani Bakri Bakri Beid Fitrianova Andriani Bintang Ferdian, M. Alief Burhan Djamaluddin Dea Fitria Defri Amanda Dessy Anggraini Dhea Kurnia Saputri Dyah Najla Kushartiwi Efni Anita Efni Anita Efni Anita Elsa Wirda Yanti Elsa Wirda Yanti Elyanti Rosmanidar Eri Nofriza Erik Erwin Saputra Siregar Fathuddin Abdi Fatma Vintyana Fauzan Ramli Firman Syah Noor Firmansyah Noor Fredean Fahenzi Kholid G.W.I Awal Habibah G.W.I. Awal Habibah Gea Rosnani Saragih Gwi Awal Habibah Hendra Refi Ardiansyah Heri Suryanto, Putri Ayu Suryana Husnul Prandika Husnul Prandika Ibadi, Nur Inge Oktavianti Ismadharmaliani, Aztyara Jazali, Munawir Khairiyani Leni Afrina Leni Afrina Lidya Anggraeni M. Farhan M. Maulana Hamzah M. Zulfikri Febriansyah M.Maulana Hamzah Maryani Maryani Masnidar Masnidar Maulana Hamzah Mega Fatimah Rosana Muhammad Khairul Muhammad Maulana Hamzah Murni Putri Pertiwi Silalahi Mustazila Mustazila Muthmainnah Muthmainnah Najuwanda. R Neneng Sudharyati Nofriza, Eri Nur Arafah Nur Arafah Nur Indah Wulan Andriani Nurfitri Martaliah Nuri Alam Siregar Nurilmi, Besse NURUL WULANDARI Puja Aprilia Putri Ayu Suryana Heri Suryanto Putri Handayani Putriana, Marissa Rabiyatul Alawiyah Rafidah Rafidah Rahma, Sri Ramadhan, Argianov Risa Pauzia Rohana Rohana Safitri, Marliza Septia Pratama, Roby Sirajul Arifin Solichah Solichah Sugeng Santoso Suri Oktiana Syahril Ahmad Syahril Ahmad Syahril Ahmad Tiara Pitri Usdeldi, Usdeldi Wahyuni Amalia Putri Yunita Sari, Diah Zahrotul Aini