Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Persepsi mengajar guru SMA dalam memberikan pendidikan seksualitas pada siswa/siswi SMA di Kota Pekanbaru Yuningsih, Silvia Anita; Shaluhiyah, Zahroh; Suryoputro, Antono
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 1, Januari 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.979 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.1.96-108

Abstract

ABSTRAKPendidikan seksualitas adalah salah satu cara untuk mengurangi laju pertumbuhan seksual pranikah remaja yang dapat diberikan di rumah ataupun di sekolah. Pendidikan seksualitas di sekolah yaitu termuat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 pada mata pelajaran biologi, agama, pendidikan jasmani dan kesehatan serta bimbingan konseling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan Explanatory Research dan pendekatan cross sectional. Besar sampel adalah 120 orang guru SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki persepsi mengajar baik (50,8%) dan persepsi mengajar kurang (49,2%), kemudian berdasarkan mata pelajaran responden yang memiliki persepsi mengajar baik yaitu pada guru yang mengajar mata pelajaran biologi (53,3%), agama (56,7%), pendidikan jasmani dan kesehatan (53,3%) dan bimbingan konseling (40%). Faktor yang paling berpengaruh terhadap persepsi mengajar guru SMA dalam memberikan pendidikan seksualitas pada siswa/siswi SMA di Kota Pekanbaru adalah variabel persepsi guru SMA dari ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap.Kata kunci : Persepsi mengajar, Guru, Pendidikan seksualitas  ABSTRACTPerception of high school teachers to teach in providing sexuality education to high school students in the city of pekanbaru; based on reports sexuality education is one way to reduce the rate of adolescent premarital sexual growth that can be provided at home or at school. Sexuality education in schools is contained in the Education Unit Level Curriculum of 2006 on the subjects of biology, religion, physical education and health, and guidance counseling. This study uses quantitative methods to the draft Explanatory Research by cross sectional approach. The sample size is 120 high school teachers. The results showed that respondents who have the good teaching perception (50.8%) and the less teaching perception (49.2%), then based on the subjects of respondents who have the good teaching perception is the teacher who teaches biology subjects (53.3%), religion (56.7%), physical education and health (53.3%), and guidance counseling (40%). Factors that influence the teaching perception of high school teachers in providing sexuality education to high school students in the city of Pekanbaru is the perception variable of high school teacher from the availability of facilities and complete infrastructure.Key words : perception of teaching, teachers, sexuality education
Persepsi Terhadap Sikap Guru SMA dalam Memberikan Pendidikan Seksualitas pada Siswa/I SMA di Kota Pekanbaru Yuningsih, Silvia Anita
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2023): Vol : 2 No : 2 (2023 ) : Periode Juli 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v2i2.2580

Abstract

Pendidikan seksualitas adalah salah satu cara untuk mengurangi laju pertumbuhan seksual pranikah remaja yang dapat diberikan di rumah ataupun di sekolah. Pendidikan seksualitas di sekolah yaitu termuat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006 pada mata pelajaran biologi, agama, pendidikan jasmani dan kesehatan serta bimbingan konseling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan Explanatory Research dan pendekatan cross sectional. Besar sampel adalah 120 orang guru SMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mengajar guru SMA baik (50,8%) dalam memberikan pendidikan seksualitas sedangkan guru yang memiliki sikap setuju dengan tidak setuju sebanyak 50%. Hasil perhitungan chi square diperoleh besar nilai p. value sebesar 0,100, yang berarti lebih kecil dari 0,05 artinya tidak ada hubungan antara persepsi dengan sikap guru SMA dalam memberikan pendidikan seksualitas pada siswa/i SMA di Kota Pekanbaru.
Pengetahuan Ibu Post Partum Tentang Pelaksanaan Rawat Gabung di RS Ibu dan Anak Badrul Aini Yuningsih, Silvia Anita; Noviawanti, Rice
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 1 No. 2 (2024): IJISK 2024
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v1i2.140

Abstract

Hubungan batin ibu dan bayi yang ditimbulkan oleh kontak kulit paling sensitif pada 12 jam pertama. Untuk itu perlu dilakukan rawat gabung pada bayi yang ditempatkan bersama ibunya dalam satu ruangan yang sama dan dapat meningkatkan hubungan rasa kasih sayang antara ibu dan bayi yang dimulai pada saat bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk membuat gambaran pengetahuan ibu post partum tentang pelaksanaan rawat gabung. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan responden penelitian ibu post partum yang berada di Rumah Sakit Ibu dan Anak Badrul Aini. Pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling dengan jumlah responden 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Data diolah dengan SPSS dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pengetahuan baik ibu post partum dan proses belajar dua kali dalam pelaksanaan rawat gabung memiliki hasil yang sama yaitu sebanyak 36,7%, sumber informasi dari media massa sebanyak 23,4% dan pengalaman pernah melaksanakan rawat gabung sebanyak 90% dengan frekuensi satu kali sebanyak 70%. Hasil penelitian tersebut diharapkan Rumah Sakit Ibu dan Anak Badul Aini untuk dapat menerapkan pelaksanaan rawat gabung dan memberikan penyuluhan bagi ibu post partum dan bagi ibu-ibu post partum juga diharapkan untuk dapat melaksanakan rawat gabung serta dapat mencari informasi yang lebih jelas dari berbagai sumber yang ada misalnya media massa, media elektronik, tenaga kesehatan dan lain-lain.
EFEKTIFITAS POSISI JONGKOK DAN POSISI MIRING KIRI TERHADAP PERCEPATAN KEMAJUAN PERSALINAN KALA I FASE AKTIF PADA IBU INPARTU DI RSUD TALUK KUANTAN Wiji, Rizki Natia Wiji Natia; Mardia, Ainur; Yuningsih, Silvia Anita
Zona Kebidanan: Program Studi Kebidanan Universitas Batam Vol 10 No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/zkeb.v10i3.742

Abstract

Childbirth is a process of opening and thinning of the cervix and the fetus downinto the birth canal. One of the efforts made in order to make the process of childbirth stage 1 active phase smoothly especially for younger pregnant women and primiparous . theywere directed for the position that feels comfortable and helps them to accelarate the opening of the cervix and decrease head.There is also the advantage of squatting position is a natural position during childbrith because it utilizes the force of gravity,while the left tilted position is the blood circulation behind the mother can run smoothly.This study aims to determine the difference between a squat position and leaningto left position to accelerate the progress of the active phase of the first stage ofprimiparous in RSUD Taluk Kuantan.Method: This study uses True experimental research design with the design o wo ptretest-posttest design. The population is all inpartu in RSUD Taluk Kuantan. Samples were selected by purposive sampling technique amounts to 30 people. The research instrument using the partograph.From all of the respondentsin get in as many as 15 getgive position in a squat and oblique position left 15 in give an oblique position left at get all respondents progress childbirth when i phase as many as 13 activite respondents. However statistical test the significance 0,014.In conclusion an oblique position left more effective against the acceleration of progress with the delivery phase when i turned on in mommy inpartu as opposed to the position of squat in rsud taluk kuantan. On advice at RSUD Taluk Kuantan  can choose a position at home that is the position of the most effective and speed up progress childbirth kala I. active phase
EFEKTIFITAS PEMBERIAN JUS MENTIMUN DAN REBUSAN SELEDRI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANGKALAN KASAI Wiji, Rizki Natia; Yumita, Suliya; Yuningsih, Silvia Anita
Zona Kebidanan: Program Studi Kebidanan Universitas Batam Vol 12 No 1 (2021): DESEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/zkeb.v12i1.821

Abstract

Pre elderly who had hypertension for 3 days in the working area Puskesmas Pangkalan Kasai.by giving cucumber juice has final blood pressure after it ranges in 120/84 - 120/78 from the initial inspection 150/100 mmHg and the adminidtration of celery stew has a final blood pressure range 120/80 -130/80 mmHg from the initial examination above 140/90 mmHg This study aims to determine the effectiveness of giving cucumber juice and celery stew to decrease blood pressure in hypertensive patients in the working area Puskesmas Pangkalan Kasai. The design in this study was Quasi eksperimen with design One Group pretest and posttest. This research was conducted at Puskesmas Pangkalan Kasai with 30 respondents. The sampling method used is total sampling. The measuring instrument used is the observation sheet. The analysis used is univariate and bivariate by testing paired sample t test. The result of research indicate that giving cucumber juice and celery stew influences the decrease of blood pressure of hypertension patients. The highest percentage of decrease is on celery stew group (100%). There is a differences in blood pressure pretest and posttest of cucumber and celery groups with p value < 0,05 that is as much 0,00There is a giving effect cucumber juice and celery stew the decrease of blood pressure of hypertension patients..
Karakteristik Remaja dalam Pencegahan Penularan HIV/AIDS Yuningsih, Silvia Anita
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 1 No. 2 (2024): IJISK 2024
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v1i2.87

Abstract

Remaja merupakan sasaran dampak dan merupakan kelompok yang potensial untuk perubahan sikap dan perilaku yang berhubungan dengan penularan HIV/AIDS. Pengetahuan remaja mengenai pencegahan penyakit menular seksual dan HIV/AIDS masih bercampur antara pengetahuan yang benar dan mitos yang salah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa karakteristik remaja dalam pencegahan penularan HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan penelitian analitik, dengan jenis penelitian explanatory research dengan teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan cross sectional dan instrument yang digunakan adalah kuesioner. Hasil univariat menunjukkan bahwa responden mayoritas umur responden <20 tahun sebanyak 96% sedangkan responden umur 20-35 tahun sebanyak 4% dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 54% sedangkan jenis kelamin perempuan sebanyak 46%. Responden pernah mendapatkan informasi HIV/AIDS sebanyak 94%, yang bersumber dari tenaga kesehatan sebanyak 72%, media cetak 14%, situs internet 6%, televisi 4% dan melalui guru dan orangtua sebanyak 2%. Responden yang mengetahui aktivitas yang dapat menyebabkan penularan HIV/AIDS yaitu berkencan dengan pacar sebanyak 48%, berkencan dengan Pekerja Seks Komersil 34%, clubbing 12%, drugs 4 % dan party miras 2 % dan responden tidak pernah melakukan aktifitas yang dapat menularkan HIV/AIDS sebanyak 100%. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumber informasi karakteristik responden dalam pencegahan penularan HIV/AIDS yang selanjutnya dapat dilakukan untuk penelitian yang lebih mendalam.
Peran Orang tua dalam Pencegahan Penularan HIV/AIDS pada Remaja Yuningsih, Silvia Anita; Angrainy, Rizka; Nova, Silvia; Noviawanti, Rice
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 1 No. 2 (2024): IJISK 2024
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v1i2.90

Abstract

Remaja merupakan sasaran dampak dan merupakan kelompok yang potensial untuk perubahan sikap dan perilaku yang berhubungan dengan penularan HIV/AIDS. Pengetahuan remaja mengenai pencegahan penyakit menular seksual dan HIV/AIDS masih bercampur antara pengetahuan yang benar dan mitos yang salah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa peran orang tua dalam pencegahan penularan HIV/AIDS. Penelitian ini merupakan penelitian analitik, dengan jenis penelitian explanatory research dengan teknik pengumpulan data menggunakan pendekatan cross sectional dan instrument yang digunakan adalah kuesioner. Hasil univariat menunjukkan bahwa responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 54% dan jenis kelamin perempuan sebanyak 46% dengan umur responden <20 tahun sebanyak 96% dan umur 20-35 tahun sebanyak 4%. Responden mayoritas mendapatkan sumber informasi tentang pencegahan penularan HIV/AIDS yaitu mayoritas dari tenaga kesehatan sebanyak 72%. Pengetahuan responden mayoritas baik sebanyak 72% dan pengetahuan kurang 28% dan responden yang memiliki peran orangtua sebanyak 64. Hasil analisa chi square variabel yang memiliki hubungan dengan peran orangtua dalam pencegahan penularan HIV/AIDS adalah variabel pengetahuan dengan nilai p.value sebesar 0,052 < 0.05 sedangkan variabel yang tidak memiliki hubungan dengan peran orangtua dalam pencegahan penularan HIV/AIDS adalah variabel jenis kelamin dengan nilai p.value 0,471 > 0,005, umur dengan nilai p.value sebesar 0,741 > 0,005 dan variabel sumber informasi dengan nilai p value sebesar 0,193 > 0,005. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumber informasi kepada orangtua dalam pencegahan penularan HIV/AIDS yang selanjutnya dapat dilakukan untuk penelitian yang lebih mendalam.