This Author published in this journals
All Journal Ulil Albab
Wahidah Nasution
Universitas Bina Bangsa Getsempena, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kajian Semiotika Novel “Presiden Santuy” Karya Jurnal Hanum: Pendekatan Charles Sanders Peirce Indah Sukiawati; Wahidah Nasution; Teuku Mahmud
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 11: Oktober 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i11.19483

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk makna semiotika dalam novel Presiden Santuy karya Jurnal Hanum menggunakan pendekatan semiotika triadik Charles Sanders Peirce, yaitu ikon, indeks, dan simbol. Novel ini dipilih karena memuat berbagai tanda yang merepresentasikan konflik kehidupan, ketahanan emosional, pesan moral, dan realitas sosial, sementara kajian semiotika terhadapnya masih terbatas, khususnya dengan pendekatan Peirce. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data novel Presiden Santuy terbitan Lovrinz Publishing (2021). Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan 44 data tanda yang terdiri atas 15 ikon, 15 indeks, dan 14 simbol. Ikon banyak ditemukan pada deskripsi visual ekspresi wajah, gerak tubuh, dan suasana yang menyerupai kondisi nyata. Indeks ditemukan pada tindakan dan reaksi fisik tokoh yang menunjukkan hubungan sebab-akibat dengan kondisi emosional yang dialami. Simbol ditemukan pada istilah bahasa gaul, ungkapan religius, dan simbol budaya yang maknanya dibentuk melalui konvensi sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa novel Presiden Santuy sarat akan tanda yang merepresentasikan konflik kehidupan, ketahanan emosional, nilai moral, dan realitas sosial sekaligus, sehingga pendekatan semiotika Peirce mampu mengungkap makna yang tersembunyi di balik teks secara lebih mendalam.