Perkembangan teknologi kecerdasan buatan menuntut siswa Sekolah Menengah Atas, sebagai calon mahasiswa dan tenaga kerja masa depan, untuk menguasai literasi digital sesuai kebutuhan industri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan keterampilan pemanfaatan kecerdasan buatan pada siswa SMA Yadika 3 Ciledug melalui pelatihan penggunaan ChatGPT secara bijak dan bertanggung jawab. Metode pelaksanaan meliputi pemaparan konsep dasar kecerdasan buatan, pengenalan fungsi dan keterbatasan ChatGPT, serta praktik partisipatif melalui studi kasus, simulasi perancangan prompt, latihan parafrase untuk menghindari plagiarisme, dan sesi tanya jawab. Kegiatan diikuti 240 siswa kelas XI dan XII. Observasi awal menunjukkan bahwa 90% siswa belum mengenal fungsi ChatGPT. Setelah pelatihan, peserta menunjukkan kemampuan memanfaatkan ChatGPT sebagai alat bantu belajar untuk mendukung efisiensi dan kreativitas dengan tetap mengutamakan kemampuan berpikir kritis. Peserta juga menunjukkan sikap lebih selektif dan bertanggung jawab dalam menggunakan kecerdasan buatan, termasuk kesadaran untuk memverifikasi keluaran, menilai ketepatan informasi, dan menghindari plagiarisme dalam penyelesaian tugas akademik. Evaluasi kepuasan terhadap 240 peserta menunjukkan bahwa 216 peserta menyatakan sangat puas, 12 peserta puas, dan 12 peserta cukup puas. Hasil tersebut menggambarkan penerimaan positif peserta terhadap pelaksanaan pelatihan, meskipun tingkat kepuasan belum dapat digunakan sebagai ukuran langsung peningkatan kompetensi. Pihak sekolah mengharapkan pelatihan berkelanjutan dalam bidang teknologi pendidikan. Program ini berpotensi menjadi model pengabdian berkelanjutan untuk memperkuat kesiapan digital siswa sekolah menengah dalam menghadapi transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.