Kota Batam, sebagai zona perdagangan bebas dan pusat industri terluas di Indonesia, menampung ratusan korporasi multinasional (MNC) yang aktif di beragam sektor ekonomi. Di tengah dinamika lanskap bisnis internasional yang kian kompleks, entitas-entitas ini dihadapkan pada keharusan tidak hanya menjaga viabilitas finansial jangka pendek, melainkan juga mengaktualisasikan performa berkelanjutan yang merangkul aspek ekonomi, sosial, serta ekologis. Meskipun demikian, sejumlah MNC di wilayah tersebut kerap berhadapan dengan hambatan substansial yang disebabkan oleh kurangnya integrasi antara pendekatan kepemimpinan, kompetensi pembelajaran institusional, dan kapasitas inovasi sistemik. Penelitian ini difokuskan pada pemeriksaan dampak kepemimpinan transaksional, pembelajaran organisasi, serta inovasi organisasi terhadap performa perusahaan di kalangan pekerja MNC di Batam. Kepemimpinan transaksional, yang ditandai oleh pemberian imbalan kontingen dan pengelolaan melalui pengecualian, dianggap efektif dalam membentuk kerangka operasional yang mempromosikan adherensi terhadap metrik kinerja. Pembelajaran organisasi berfungsi sebagai mekanisme akuisisi dan sintesis pengetahuan inovatif, sedangkan inovasi organisasi berperan sebagai agen transformasi yang mengonversi kemampuan tersebut menjadi superioritas kompetitif berkepanjangan. Pendekatan metodologis yang diadopsi bersifat kuantitatif, mengandalkan teknik survei beserta pemodelan persamaan struktural berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Secara konseptual, penelitian ini menyatukan Teori Pertukaran Sosial, Teori Pembelajaran Organisasi, dan Pandangan Berbasis Sumber Daya ke dalam sebuah model analitik terpadu. Hasil yang diperoleh diantisipasi menyediakan rekomendasi aplikatif bagi eksekutif MNC di Batam guna mengonfigurasi rezim kepemimpinan, inisiatif pengembangan karyawan, dan taktik inovatif yang saling memperkuat, sehingga memupuk ketahanan performa perusahaan di era kompetisi global.