This Author published in this journals
All Journal Pelita Masyarakat
Maria Sriyanti
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Pengelola Dan Pedagang Pasar Desa Srikayangan Melalui Pendampingan Tata Kelola Bumdes Berbasis Partisipatif Maria Sriyanti; Hiryanto Hiryanto
Pelita Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Pelita Masyarakat September
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/pelitamasyarakat.v8i1.19037

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan memperkuat tata kelola Pasar Desa Srikayangan melalui penguatan kapasitas pengelola, partisipasi pedagang dan masyarakat, kualitas pelayanan, adaptasi digital, pengelolaan lingkungan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan bersama BUMDes Binangun Mujur Srikayangan dan pedagang Pasar Desa Srikayangan, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Permasalahan mitra diidentifikasi melalui observasi, wawancara, diskusi kelompok, dan dokumentasi, yang menunjukkan perlunya penguatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi pengelolaan, pemanfaatan layanan digital, konsistensi partisipasi, dan pengelolaan pasar secara berkelanjutan. Pendampingan menggunakan pendekatan partisipatif dan pendidikan nonformal melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penguatan kapasitas, praktik dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan capaian kualitatif pada penguatan pemahaman dan kapasitas pengelola, pengarahan partisipasi pedagang dan masyarakat, penguatan kesiapan pemanfaatan layanan digital yang telah tersedia, penguatan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan, serta pemanfaatan monitoring dan evaluasi sebagai dasar perbaikan pengelolaan. Luaran kegiatan terutama berupa pemetaan kebutuhan pengelolaan, penguatan arah pembagian fungsi dan tanggung jawab, penguatan praktik pelayanan dan adaptasi digital, serta rekomendasi tindak lanjut pengelolaan pasar. Temuan ini menunjukkan bahwa revitalisasi fisik pasar perlu diikuti oleh penguatan kapasitas manusia dan kelembagaan. Namun, perubahan perilaku, peningkatan pemanfaatan teknologi, keberlanjutan praktik, dan dampak terhadap pendapatan atau kemandirian ekonomi belum dapat dipastikan karena belum didukung oleh pengukuran kuantitatif dan pemantauan longitudinal. Pendampingan lanjutan diperlukan untuk menguji keberlanjutan capaian dan dampak program secara lebih terukur.