Keterbatasan variasi bahan ajar mendorong perlunya penguatan pemahaman guru dalam mengakses, memilih, dan memanfaatkan bahan ajar yang kontekstual, visual, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat pemahaman guru SDN Margahayu V dan SDN Margahayu XVIII Kota Bekasi mengenai pemanfaatan Children’s Storybooks melalui integrasi Let’s Read, Wordless Picture Book, dan Artificial Intelligence. Kegiatan dilaksanakan melalui identifikasi kebutuhan, Pre-Test, penyampaian konsep, demonstrasi, praktik terbimbing, Post-Test, dan refleksi. Sebanyak 25 guru dan kepala sekolah mengikuti kegiatan, sedangkan analisis perubahan pengetahuan dilakukan terhadap 21 peserta yang memiliki pasangan data Pre-Test dan Post-Test lengkap. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, normalized gain, uji Shapiro–Wilk, dan Wilcoxon signed-rank test. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata skor meningkat dari 93,33 menjadi 99,05 dan median meningkat dari 90 menjadi 100. Sebanyak 19 dari 21 peserta memperoleh skor 100 pada Post-Test dan seluruh peserta analitik mencapai skor minimal 90. Peningkatan paling menonjol terjadi pada pemahaman mengenai wordless picture book, dari 42,9% menjadi 100%. Nilai normalized gain sebesar 0,86 menunjukkan peningkatan kategori tinggi, sedangkan Wilcoxon signed-rank test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah pelatihan (W = 6,50; p = 0,003; n = 21). Temuan menunjukkan bahwa kegiatan efektif memperkuat pengetahuan konseptual peserta, khususnya terhadap bahan ajar visual tanpa teks. Praktik penggunaan Let’s Read dan pengembangan cerita berbantuan AI telah memberikan pengalaman awal, tetapi peningkatan keterampilan produksi dan implementasi kelas belum dapat disimpulkan tanpa penilaian produk dan observasi lanjutan.