Students who are actively involved in organizations often face significant dual role pressures between academic and organizational responsibilities, which, if not managed well, can trigger high stress and hinder personal development. This study aims to explore students' subjective meanings of stress, identify the sources of stressors, and map the responses and coping strategies used. Using a qualitative approach with a phenomenological research type, data were collected through non-participant observation and semi-structured interviews with three active organizational students from different faculty backgrounds at Universitas Negeri Malang. Data analysis was conducted using a qualitative analysis model comprising three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results show that the experience of stress is transactional and subjective; informants interpret stress as either an adaptive challenge or a burden depending on their cognitive appraisal. The main sources of stress include primary academic workload, organizational structural responsibilities, and internal expectations for the future. The responses that emerge include physical manifestations such as somatic complaints and emotional responses in the form of emotional suppression. To manage the pressure, the informants applied a combination of problem-focused coping strategies through planning and social support, as well as emotion-focused coping through distraction activities and temporary withdrawal. These findings emphasize the importance of self-regulation and self-efficacy in maintaining the mental well-being of students with dual roles. Abstrak Mahasiswa yang aktif berorganisasi sering kali menghadapi tekanan peran ganda yang signifikan antara tanggung jawab akademik dan organisasi, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat memicu stres tinggi dan menghambat pengembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemaknaan subjektif mahasiswa terhadap stres, mengidentifikasi faktor sumber stresor, serta memetakan respons dan strategi koping yang digunakan. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi, data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dan wawancara semi-terstruktur terhadap tiga mahasiswa aktif organisasi dari latar belakang fakultas yang berbeda di Universitas Negeri Malang. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis kualitatif melalui 3 tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman stres bersifat transaksional dan subjektif; partisipan memaknai stres sebagai tantangan adaptif maupun beban tergantung pada penilaian kognitif (appraisal) mereka. Sumber stres utama mencakup beban akademik primer, tanggung jawab struktural organisasi, hingga ekspektasi internal terhadap masa depan. Respons yang muncul meliputi manifestasi fisik seperti keluhan somatis serta respons emosional berupa penekanan emosi. Untuk mengelola tekanan tersebut, partisipan menerapkan kombinasi strategi problem-focused coping melalui perencanaan dan dukungan sosial, serta emotion-focused coping melalui aktivitas pengalihan dan penarikan diri sementara. Temuan ini menekankan pentingnya regulasi diri dan efikasi diri dalam menjaga kesejahteraan mental mahasiswa yang memiliki peran ganda.