Padi merupakan komoditas pangan utama yang perlu dikembangkan pada berbagai agroekosistem, termasuk lahan sawah tadah hujan yang ketersediaan airnya sangat dipengaruhi oleh curah hujan. Trisakti Golden Rice (TGR) dan Trisakti MW (TMW) merupakan dua varietas turunan Trisakti 1 yang telah dibudidayakan petani di Kecamatan Cinangka, tetapi informasi karakter morfologinya pada sawah tadah hujan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan karakter morfologi TGR dan TMW pada lahan sawah tadah hujan di Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Penelitian dilaksanakan Oktober–Desember 2025 menggunakan observasi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sampel dipilih secara purposive menggunakan pola W, terdiri atas lima tanaman dari setiap varietas. Karakter yang diamati meliputi batang, daun, malai, gabah, dan beras berdasarkan panduan karakterisasi padi. TGR memiliki batang lebih panjang dan jumlah batang per rumpun lebih banyak, sedangkan TMW memiliki diameter batang lebih besar. TMW juga memiliki helaian daun dan daun bendera lebih panjang dan lebar, malai lebih panjang, jumlah gabah per malai lebih tinggi, serta bobot 1.000 gabah lebih besar. Karakter kualitatif yang diamati meliputi bulu permukaan daun, bentuk gabah dan beras, serta warna beras. TGR menghasilkan beras merah, sedangkan TMW menghasilkan beras kuning. Karakter tersebut menjadi informasi awal untuk identifikasi dan pemanfaatan kedua varietas pada lahan sawah tadah hujan. Kata kunci: karakterisasi morfologi; padi; sawah tadah hujan; Trisakti Golden Rice; Trisakti MW Rice is a major food crop that needs to be developed across diverse agroecosystems, including rainfed lowlands where water availability is strongly influenced by rainfall. Trisakti Golden Rice (TGR) and Trisakti MW (TMW) are two derivatives of Trisakti 1 cultivated by farmers in Cinangka District, but information on their morphological characteristics under rainfed lowland conditions remains limited. This study aimed to identify and describe the morphological characteristics of TGR and TMW in a rainfed lowland in Rancasanggal Village, Cinangka District, Serang Regency. The study was conducted from October to December 2025 using descriptive observation with quantitative and qualitative approaches. Samples were selected purposively using a W-pattern, with five plants from each variety. Observed characters included stems, leaves, panicles, grains, and rice based on rice characterization guidelines. TGR had longer stems and more stems per hill, whereas TMW had a larger stem diameter. TMW also had longer and wider leaf blades and flag leaves, longer panicles, more grains per panicle, and higher 1,000-grain weight. Qualitative differences were observed in leaf pubescence, grain and rice shape, and rice color. TGR produced red rice, whereas TMW produced yellow rice. These characteristics provide initial information for identifying and utilizing both varieties in rainfed lowland agroecosystems. Keywords: morphological characterization; rainfed lowland; rice; Trisakti Golden Rice; Trisakti MW