Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Efisiensi Teknis Usahatani Bawang Merah di Leces, Probolinggo dengan Metode DEA Yuana Putri Najwa; Desy Cahyaning Utami; Wenny Mamilianti
National Multidisciplinary Sciences Vol. 5 No. 5 (2026): Proceeding SEMARTANI 5
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v5i5.920

Abstract

Usahatani bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun masih menghadapi permasalahan penggunaan faktor produksi yang belum efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat efisiensi teknis usahatani bawang merah serta mengidentifikasi faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhinya di Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 60 petani bawang merah yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis efisiensi teknis dilakukan menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) model BCC (Variable Return to Scale) dengan pendekatan input-oriented melalui perangkat lunak DEAP 2.1, sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi teknis dianalisis menggunakan regresi Tobit melalui IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 21,67% petani telah mencapai efisiensi teknis penuh, sedangkan 78,33% lainnya masih belum efisien. Berdasarkan analisis return to scale, sebanyak 78,3% petani berada pada kondisi Increasing Return to Scale (IRS) yang menunjukkan masih terdapat peluang peningkatan produksi melalui optimalisasi penggunaan input. Analisis slack menunjukkan bahwa inefisiensi terutama disebabkan oleh penggunaan pestisida, tenaga kerja, benih, dan pupuk yang melebihi kebutuhan optimal. Hasil regresi Tobit menunjukkan bahwa pengalaman usahatani, jumlah anggota keluarga, dan status kepemilikan lahan berpengaruh signifikan terhadap tingkat inefisiensi teknis, sedangkan usia, tingkat pendidikan, dan tingkat keberhasilan panen tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan efisiensi teknis lebih diarahkan pada optimalisasi penggunaan faktor produksi serta penguatan pengelolaan usahatani.