Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Kecemasan Sosial pada Pengguna Second Account Instagram di Kalangan Perempuan Gen Z Khayla Al-Madani Akmal; Lita Patricia Lunanta
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 9 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i9.4328

Abstract

Penggunaan second account Instagram memungkinkan perempuan Generasi Z mengekspresikan diri dalam ruang yang lebih terbatas dan privat. Namun, penggunaan akun tersebut juga dapat berkaitan dengan ketakutan terhadap penilaian negatif, penghindaran sosial, dan ketidaknyamanan dalam berinteraksi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kecemasan sosial pada perempuan Generasi Z pengguna second account Instagram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 131 perempuan berusia 18–24 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A) yang mencakup aspek Fear of Negative Evaluation (FNE), Social Avoidance and Distress in New Situations (SAD-N), dan Social Avoidance and Distress in General (SAD-G). Instrumen akhir terdiri atas 21 butir valid dengan koefisien Cronbach’s alpha sebesar 0,944. Data dianalisis melalui distribusi frekuensi, kategorisasi, identifikasi aspek dominan, dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71 responden (54,2%) berada dalam kategori kecemasan sosial tinggi, sedangkan 60 responden (45,8%) berada dalam kategori rendah. Kecemasan sosial tinggi ditemukan pada ketiga aspek SAS-A, yang menunjukkan adanya ketakutan terhadap evaluasi negatif serta kecenderungan menghindari atau merasa tertekan dalam interaksi sosial baru maupun umum. Berdasarkan status pekerjaan, responden yang masih berkuliah memiliki proporsi kecemasan sosial tinggi sebesar 59%, sementara responden yang bekerja lebih banyak berada dalam kategori rendah, yaitu 61,29%. Temuan ini memperlihatkan bahwa meskipun second account dipandang sebagai ruang ekspresi yang lebih aman, mayoritas responden tetap mengalami kecemasan sosial yang tinggi. Dengan demikian, penggunaan second account tidak serta-merta menghilangkan kekhawatiran terhadap evaluasi dan interaksi sosial.