Transformasi digital menjadi faktor strategis dalam industri perbankan, khususnya melalui pemanfaatan ekosistem financial technology (fintech) untuk memperkuat dana murah seperti Current Account and Savings Account (CASA). Bank pembangunan daerah menghadapi tantangan dalam optimalisasi layanan digital akibat kondisi geografis, keterbatasan infrastruktur, dan perbedaan tingkat literasi digital masyarakat. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi optimalisasi ekosistem digital fintech dalam meningkatkan CASA pada Bank Pembangunan Daerah Papua. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi terbatas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis SWOT, Internal Factor Analysis Summary (IFAS), External Factor Analysis Summary (EFAS), serta formulasi strategi melalui Matriks TOWS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Papua memiliki kemampuan internal yang kuat dengan skor IFAS sebesar 2,6935 dan kemampuan respons eksternal yang tinggi dengan skor EFAS sebesar 3,6061. Analisis SWOT menempatkan Bank Papua pada Kuadran I (Strength–Opportunity), sehingga strategi pengembangan dapat diarahkan pada pemanfaatan kekuatan internal untuk menangkap peluang digital. Strategi yang direkomendasikan meliputi penguatan transaksi digital pemerintah daerah, optimalisasi Papua Mobile Banking, pengembangan agen digital, dan peningkatan kolaborasi fintech. Kesimpulannya, ekosistem digital fintech dapat menjadi pengungkit strategis dalam meningkatkan CASA melalui peningkatan keterlibatan transaksi dan loyalitas nasabah secara berkelanjutan.