Kehamilan remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di wilayah perdesaan Indonesia. Di Kecamatan Empanang, Kabupaten Kapuas Hulu, jumlah kasus kehamilan remaja meningkat dari 10 kasus pada tahun 2024 menjadi 16 kasus pada tahun 2025 atau meningkat sebesar 60%. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan model intervensi yang sesuai dengan karakteristik sosial budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Model Inovasi SEHATI Remaja sebagai strategi pencegahan kehamilan remaja berbasis komunitas. Penelitian menggunakan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat yang diawali dengan analisis situasi melalui survei terhadap remaja pada April 2026. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan regresi logistik biner untuk mengidentifikasi faktor risiko, kemudian dilanjutkan dengan empat forum diskusi lintas sektor untuk merancang model intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi (OR=5,6) dan rendahnya dukungan keluarga (OR=4,85) merupakan faktor risiko utama terjadinya kehamilan remaja. Berdasarkan temuan tersebut dikembangkan Model SEHATI Remaja yang terdiri atas Sahabat Remaja, Edukasi kesehatan reproduksi, Harmoni keluarga, Akses layanan ramah remaja, dan Tanya rahasia melalui program edukasi sebaya, penguatan keluarga, layanan kesehatan ramah remaja, media konsultasi, serta dialog komunitas. Disimpulkan bahwa Model SEHATI Remaja merupakan model intervensi berbasis komunitas yang berpotensi meningkatkan pengetahuan remaja, memperkuat dukungan keluarga, memperluas akses layanan kesehatan, dan mendorong perubahan norma sosial sebagai upaya pencegahan kehamilan remaja secara berkelanjutan.