Paparan asap rokok merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) sehingga memicu stres oksidatif dan berpotensi mengganggu sistem imun, termasuk produksi imunoglobulin. Buah nipah (Nypa fruticans) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenol, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas antioksidan dan imunomodulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek ekstrak buah nipah terhadap kadar IgG, IgM, dan IgA pada tikus putih jantan yang dipaparkan asap rokok. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen post-test only control group design dengan lima kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok yang diberikan ekstrak buah nipah dosis 100, 300, dan 600 mg/kgBB. Paparan asap rokok dilakukan selama 14 hari, kemudian kadar imunoglobulin diukur menggunakan metode ELISA. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan kadar IgG, IgM, dan IgA pada kelompok yang diberikan ekstrak buah nipah, terutama pada dosis 600 mg/kgBB. Namun, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok (p>0,05). Peningkatan kadar imunoglobulin diduga dipengaruhi oleh aktivitas antioksidan dan imunomodulator dari senyawa flavonoid, fenol, saponin, dan tanin yang mampu menekan stres oksidatif dan mendukung fungsi limfosit. Disimpulkan bahwa ekstrak buah nipah berpotensi meningkatkan respons imun humoral pada tikus yang dipaparkan asap rokok, namun belum memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap kadar imunoglobulin IgG, IgM, dan IgA