Perkembangan motorik halus merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak yang berkaitan dengan kemampuan menggunakan otot-otot kecil dan koordinasi mata serta tangan. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola asuh orang tua. Pola asuh yang diberikan melalui bimbingan, perhatian, pengawasan, dan stimulasi yang sesuai dapat mendukung perkembangan anak secara optimal. Di Desa Lubuk Pabrik masih ditemukan anak yang mengalami gangguan perkembangan motorik halus, sehingga penting dilakukan penelitian mengenai hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus anak usia 12-59 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus pada anak usia 12-59 bulan di Desa Lubuk Pabrik Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 54 anak usia 12-59 bulan beserta orang tua dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ) untuk mengukur pola asuh orang tua dan Denver Developmental Screening Test II (DDST II) untuk menilai perkembangan motorik halus. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh otoriter sebanyak 21 responden (38,9%), demokratis 17 responden (31,5%), dan permisif 16 responden (29,6%). Perkembangan motorik halus anak sebagian besar berada pada kategori normal sebanyak 39 anak (72,2%), sedangkan 15 anak (27,8%) berada pada kategori suspect. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus pada anak usia 12-59 bulan di Desa Lubuk Pabrik Tahun 2026.