Nur Ain Desta Sulasdi
Prodi Studi Sarjana Kebidanan, Institut Citra Internasional

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGANPERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 36-60 BULAN DI POSYANDU ANGGREK WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BESAR KABUPATEN BANGKA TENGAH Dea Amanda Budi Lestari; Nur Ain Desta Sulasdi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i3.62171

Abstract

Perkembangan motorik kasar merupakan salah satu indikator penting dalam tumbuh kembang anak usia balita yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat memberikan stimulasi optimal sehingga anak mampu mencapai tahapan perkembangan sesuai usianya. Sebaliknya, pola asuh yang kurang sesuai berisiko menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 36–60 bulan di Posyandu Anggrek Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ) untuk mengukur pola asuh orang tua dan Denver Developmental Screening Test II (DDST II) untuk menilai perkembangan motorik kasar anak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan alternatif Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 30 responden (44,1%), sedangkan sebagian besar anak memiliki perkembangan motorik kasar kategori normal sebanyak 51 anak (75,0%). Hasil uji Fisher's Exact Test menunjukkan nilai p = 0,006, yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 36–60 bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik kasar anak usia 36–60 bulan.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 12-59 BULAN DI DESA LUBUK PABRIK TAHUN 2026 Amanda Amanda; Nur Ain Desta Sulasdi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i3.62309

Abstract

Perkembangan motorik halus merupakan salah satu aspek penting dalam tumbuh kembang anak yang berkaitan dengan kemampuan menggunakan otot-otot kecil dan koordinasi mata serta tangan. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola asuh orang tua. Pola asuh yang diberikan melalui bimbingan, perhatian, pengawasan, dan stimulasi yang sesuai dapat mendukung perkembangan anak secara optimal. Di Desa Lubuk Pabrik masih ditemukan anak yang mengalami gangguan perkembangan motorik halus, sehingga penting dilakukan penelitian mengenai hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus anak usia 12-59 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus pada anak usia 12-59 bulan di Desa Lubuk Pabrik Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 54 anak usia 12-59 bulan beserta orang tua dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ) untuk mengukur pola asuh orang tua dan Denver Developmental Screening Test II (DDST II) untuk menilai perkembangan motorik halus. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh otoriter sebanyak 21 responden (38,9%), demokratis 17 responden (31,5%), dan permisif 16 responden (29,6%). Perkembangan motorik halus anak sebagian besar berada pada kategori normal sebanyak 39 anak (72,2%), sedangkan 15 anak (27,8%) berada pada kategori suspect. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik halus pada anak usia 12-59 bulan di Desa Lubuk Pabrik Tahun 2026.