Hidayad, Hidayad
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Produksi Tanaman Singkong (Manihot esculenta Crantz) Dengan Pupuk Organik danĀ  Mikoriza Arbuskular pada Lahan Kering Hidayad, Hidayad; Edy, Nur; Arsih, Desi Wahyunni; Lakani, Irwan; Hasriyanty, Hasriyanty; Mutmainah, Mutmainah
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 33 No 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrolandnasional.v33i2.3070

Abstract

Singkong (Manihot esculenta Crantz) merupakan komoditas pangan lokal penting pada lahan kering dan berpotensi mendukung diversifikasi pangan. Namun, produktivitas singkong di lahan kering masih terkendala oleh keterbatasan ketersediaan air dan rendahnya kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perlakuan pupuk organik dan mikoriza arbuskular terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman singkong pada lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada Februari–September 2025 di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan satu faktor perlakuan yang terdiri atas lima taraf dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (kontrol), P1 (pupuk organik 2 kg/tanaman), P2 (mikoriza arbuskular 20 g/tanaman), P3 (pupuk organik 1 kg/tanaman + mikoriza arbuskular 10 g/tanaman), dan P4 (pupuk organik 1,5 kg/tanaman + mikoriza arbuskular 5 g/tanaman). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah umbi, berat umbi, dan diameter umbi. Perlakuan P4 menghasilkan pertumbuhan vegetatif tertinggi, dengan tinggi tanaman 136,23 cm, jumlah daun 64,32 helai, dan diameter batang 8,00 cm, sedangkan P2 menghasilkan produksi umbi tertinggi, dengan jumlah umbi 21,33 buah/tanaman, berat umbi 6,88 kg/tanaman, dan diameter umbi 29,91 cm. Berdasarkan uji BNJ 5%, P4 berbeda nyata dengan P0 dan P1 pada variabel pertumbuhan vegetatif yang diamati, sedangkan P2 menunjukkan nilai tertinggi pada seluruh variabel hasil umbi dan berbeda nyata dengan P4 pada variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang menghasilkan pertumbuhan vegetatif tertinggi berbeda dengan perlakuan yang menghasilkan produksi umbi tertinggi.