Radikal bebas berlebihan di dalam tubuh dapat memicu stres oksidatif yang berkaitan dengan berbagai penyakit degeneratif. Daun mangga kiojay (Mangifera indica L. var. Kiojay) diduga kaya senyawa antioksidan, tetapi belum banyak dieksplorasi secara ilmiah, khususnya melalui fraksinasi. Penelitian ini bertujuan menetapkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol 96%, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi air daun mangga kiojay. Penelitian menggunakan rancangan Posttest-Only Control Group Design. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan pada ekstrak etanol 96%, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi air daun mangga kiojay. Uji antioksidan menggunakan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dengan kuersetin sebagai dilakukan pembanding. Hasil uji DPPH dinyatakan sebagai nilai Inhibition Concentration 50 (IC50) dan Antioxidant Activity Index (AAI). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% pada SPSS. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi pada fraksi etil asetat dengan IC50 sebesar 13,61 ± 0,31 mg/L dan AAI 5,80 ± 0,13 (kategori sangat kuat), diikuti fraksi air (IC50 42,56 ± 1,41 mg/L; AAI 1,86 ± 0,06), ekstrak etanol 96% (IC50 31,83 ± 1,70 mg/L; AAI 2,49 ± 0,13), dan fraksi n-heksana (IC50 84,22 ± 0,77 mg/L; AAI 0,94 ± 0,01). Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar sampel (p < 0,05). Fraksi etil asetat memiliki dengan IC50 13,61 ± 0,31 mg/L dan AAI 5,80 ± 0,13 dengan kategori sangat kuat. Dapat disimpulkan, fraksi etil asetat merupakan fraksi yang paling berpotensi sebagai antioksidan alami dari daun mangga kiojay