Latar Belakang: Masa prasekolah usia 3-5 tahun merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. pada tahap ini anak mulai memiliki kemampuan dalam memilih makanan sehingga dapat muncul perilaku Picky Eating, yaitu kebiasaan memilih-milih makanan, menolak makanan tertentu, serta enggan mencoba makanan baru. Perilaku tersebut dapat menyebabkan keterbatasan variasi makanan dan berisiko mengganggu pemenuhan kebutuhan gizi anak. Picky Eating dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berasal dari dalam diri anak maupun lingkungan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perilaku Picky Eating pada anak usia 3-5 tahun serta menganalisis faktor yang paling dominan berdasarkan hasil sintesis penelitian terdahulu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Literature Review dengan pendekatan sintesis naratif. Literatur diperoleh melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Artikel yang digunakan merupakan publikasi tahun 2020-2025 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 14 artikel terpilih dianalisis, dibandingkan, dan dikelompokkan berdasarkan faktor internal serta eksternal yang berkaitan dengan perilaku Picky Eating. Hasil: Hasil sintesis menunjukkan bahwa faktor internal yang berkaitan dengan perilaku Picky Eating adalah sensitivitas sensorik anak, terutama terhadap tekstur makanan. Faktor eksternal meliputi pola asuh orang tua, perilaku makan orang tua, praktik pemberian makan, dan pengetahuan gizi ibu. Faktor lingkungan keluarga merupakan faktor yang paling sering ditemukan dan menunjukkan hubungan yang konsisten terhadap perilaku Picky Eating. Kesimpulan: Perilaku Picky Eating pada anak usia 3-5 tahun dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor lingkungan keluarga menjadi faktor dominan berdasarkan frekuensi kemunculan dan konsistensi temuan penelitian terdahulu, sedangkan sensitivitas sensorik tetap menjadi faktor internal yang perlu diperhatikan.