Audrey Alifia Sayekti
Universitas Harapan Bangsa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Komplikasi Anestesi pada Pasien dengan Penyakit Penyerta Diabetes Melitus di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Audrey Alifia Sayekti; Made Suandika; Septian Mixrova Sebayang
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.2216

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat memengaruhi kestabilan kondisi pasien selama periode perioperatif. Perubahan kadar glukosa darah, gangguan hemodinamik, hingga masalah pada proses pemulihan dapat menjadi tantangan tersendiri dalam pemberian anestesi. Kondisi tersebut menjadikan pemantauan pasien dengan penyakit penyerta diabetes melitus penting, terutama untuk mengetahui komplikasi yang dapat muncul selama dan setelah tindakan anestesi. Penelitian ini menggambarkan komplikasi anestesi pada pasien dengan penyakit penyerta diabetes melitus di Rumah Sakit Khusus Bedah Jatiwinangun Purwokerto. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif terhadap 53 pasien yang menjalani anestesi umum maupun regional dan dipilih menggunakan total sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan lembar anestesi, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan sebagian besar pasien memiliki kadar glukosa darah intra anestesi dalam kategori normal (66,0%). Komplikasi yang paling banyak ditemukan adalah hipotensi intra anestesi (26,4%), diikuti hiperglikemia dan hipoglikemia masing-masing 17,0%, serta aspirasi 1,9%. Pada fase pasca anestesi, sebagian besar pasien memiliki kadar glukosa normal (81,1%), sedangkan hipotensi dan aspirasi masing-masing sebesar 3,8%. Pada pasien general anestesi, rata-rata waktu pulih sadar adalah 19,86 ± 11,33 menit. Secara keseluruhan, komplikasi anestesi yang ditemukan relatif rendah, namun pemantauan glukosa darah, hemodinamik, dan pemulihan kesadaran tetap diperlukan untuk mendukung keselamatan pasien diabetes melitus selama periode perioperatif.