Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan anestesi untuk pasien yang menjalani operasi caesar. Perilaku peduli praktisi anestesi merupakan komponen penting dari perawatan berpusat pada pasien karena melibatkan perhatian, empati, komunikasi, responsif, dan rasa hormat terhadap kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku peduli praktisi anestesi dan tingkat kepuasan pasien operasi caesar di Rumah Sakit Islam Fatimah, Cilacap. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari pasien yang menjalani operasi caesar, dengan total 103 pasien. Sebanyak 51 responden dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepuasan pasien berdasarkan dimensi SERVQUAL dan kuesioner Caring Behavior Inventory 24 item. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan uji korelasi Spearman-Rho . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 25 responden (49,0%) menilai perilaku peduli praktisi anestesi sebagai baik, sedangkan 22 responden (43,1%) melaporkan tingkat kepuasan yang memuaskan. Analisis Spearman-Rho menunjukkan nilai p sebesar 0,001 dan koefisien korelasi sebesar 0,462, yang mengindikasikan hubungan positif yang signifikan dengan kekuatan sedang antara perilaku peduli praktisi anestesi dan kepuasan pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku peduli merupakan aspek penting dari layanan anestesi dan dapat berkontribusi pada persepsi pasien tentang kualitas perawatan yang diterima. Meningkatkan komunikasi, empati, daya tanggap, dan perhatian kepada pasien dapat mendukung kualitas layanan anestesi.