Ina Sutrisno
Universitas Muhammadiyah Parepare, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN QUALITY OF LIFE BERDASARKAN WHOQOL BREF DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS RAPPANG Ina Sutrisno; Haniarti; Henni Kumaladewi Hengky; Dirman Sudarman
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/7m771r20

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang juga ditemukan pada kelompok usia produktif dan dapat berkaitan dengan berbagai aspek kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan quality of life berdasarkan WHOQOL-BREF pada masyarakat kelompok usia produktif yang mengalami kejadian hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 89 orang responden ditentukan melalui metode purposive sampling. Penilaian kualitas hidup dilakukan dengan instrumen WHOQOL-BREF, sedangkan penetapan hipertensi didasarkan pada hasil pemeriksaan tekanan darah yang dilakukan menggunakan sphygmomanometer digital. Pengolahan data ditempuh melalui analisis univariat dan bivariat dengan penerapan uji Chi-Square pada taraf signifikansi α=0,05. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa dari 89 responden, sebanyak 42 orang (47,2%) teridentifikasi mengalami hipertensi, sedangkan 47 orang lainnya (52,8%) tidak mengalami hipertensi. Hasil pengujian juga menunjukkan adanya hubungan bermakna pada domain fisik (p=0,007), psikologis (p=0,030), hubungan sosial (p=0,006), serta lingkungan (p=0,014) dengan kejadian hipertensi. Dengan demikian, seluruh domain quality of life berdasarkan WHOQOL-BREF berhubungan signifikan dengan kejadian kejadian hipertensi pada kelompok masyarakat usia produktif. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan pengendalian hipertensi yang memperhatikan aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan secara menyeluruh.