p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Public Health Journal
Henni Kumaladewi Hengky
Universitas Muhammadiyah Parepare, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN QUALITY OF LIFE BERDASARKAN WHOQOL BREF DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS RAPPANG Ina Sutrisno; Haniarti; Henni Kumaladewi Hengky; Dirman Sudarman
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/7m771r20

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang juga ditemukan pada kelompok usia produktif dan dapat berkaitan dengan berbagai aspek kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan quality of life berdasarkan WHOQOL-BREF pada masyarakat kelompok usia produktif yang mengalami kejadian hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 89 orang responden ditentukan melalui metode purposive sampling. Penilaian kualitas hidup dilakukan dengan instrumen WHOQOL-BREF, sedangkan penetapan hipertensi didasarkan pada hasil pemeriksaan tekanan darah yang dilakukan menggunakan sphygmomanometer digital. Pengolahan data ditempuh melalui analisis univariat dan bivariat dengan penerapan uji Chi-Square pada taraf signifikansi α=0,05. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa dari 89 responden, sebanyak 42 orang (47,2%) teridentifikasi mengalami hipertensi, sedangkan 47 orang lainnya (52,8%) tidak mengalami hipertensi. Hasil pengujian juga menunjukkan adanya hubungan bermakna pada domain fisik (p=0,007), psikologis (p=0,030), hubungan sosial (p=0,006), serta lingkungan (p=0,014) dengan kejadian hipertensi. Dengan demikian, seluruh domain quality of life berdasarkan WHOQOL-BREF berhubungan signifikan dengan kejadian kejadian hipertensi pada kelompok masyarakat usia produktif. Temuan ini menunjukkan pentingnya pendekatan pengendalian hipertensi yang memperhatikan aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan secara menyeluruh. 
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS RAPPANG BERDASARKAN TEORI GEORGE C. EDWARD III Amelia Gaffar; Rahmi Amir; Rini Anggraeny; Henni Kumaladewi Hengky
Public Health Journal Vol. 3 No. 3 (2026): July-September, In Progress
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/rxehpq03

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan pengendalian secara berkelanjutan melalui pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) dalam penanganan hipertensi di UPT Puskesmas Rappang berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih secara purposive sampling dan terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab program PTM, tenaga kesehatan pelaksana, serta pasien hipertensi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PTM dalam penanganan hipertensi secara umum telah berjalan dengan baik. Komunikasi dilakukan melalui koordinasi antarpetugas, edukasi, dan kegiatan di masyarakat. Sumber daya tenaga kesehatan dan sarana pemeriksaan cukup mendukung, meskipun masih terdapat keterbatasan beberapa jenis obat. Disposisi pelaksana terlihat dari komitmen petugas dalam melaksanakan kegiatan secara rutin, sedangkan struktur birokrasi didukung pembagian tugas, SOP, pencatatan, pelaporan, serta monitoring dan evaluasi. Hambatan utama adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan dan kontrol hipertensi secara rutin.