Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan pengendalian secara berkelanjutan melalui pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) dalam penanganan hipertensi di UPT Puskesmas Rappang berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dipilih secara purposive sampling dan terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab program PTM, tenaga kesehatan pelaksana, serta pasien hipertensi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PTM dalam penanganan hipertensi secara umum telah berjalan dengan baik. Komunikasi dilakukan melalui koordinasi antarpetugas, edukasi, dan kegiatan di masyarakat. Sumber daya tenaga kesehatan dan sarana pemeriksaan cukup mendukung, meskipun masih terdapat keterbatasan beberapa jenis obat. Disposisi pelaksana terlihat dari komitmen petugas dalam melaksanakan kegiatan secara rutin, sedangkan struktur birokrasi didukung pembagian tugas, SOP, pencatatan, pelaporan, serta monitoring dan evaluasi. Hambatan utama adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan dan kontrol hipertensi secara rutin.