Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga menjadi perhatian pada kelompok remaja. Pola makan yang kurang baik dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik dan diabetes melitus. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan dengan risiko diabetes melitus pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 5 Pasar Kemis. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 317 siswa kelas VIII. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5% sehingga diperoleh 177 responden, kemudian ditambahkan cadangan 10% sebanyak 18 responden sehingga jumlah sampel menjadi 195 responden. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik quota sampling dengan berkoordinasi dengan ketua kelas untuk menentukan responden sesuai kuota yang telah ditetapkan. Instrumen penelitian menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk mengukur pola makan dan Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) untuk mengukur risiko diabetes melitus. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pola makan buruk sebanyak 100 responden (51,3%) dan risiko diabetes melitus rendah sebanyak 99 responden (50,8%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan p=0,030 (<0,05) dengan koefisien korelasi r=-0,155 yang menunjukkan hubungan sangat rendah dengan arah negatif. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola makan dengan risiko diabetes melitus pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 5 Pasar Kemis Tahun 2026