Pasien rawat inap sering mengalami penurunan kondisi fisik berupa berkurangnya kekuatan otot dan meningkatnya kelelahan fisik yang dapat menurunkan kapasitas fungsional, menghambat pemulihan, serta meningkatkan risiko disabilitas dan rawat inap kembali. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak hospitalisasi terhadap kekuatan otot dan kelelahan fisik pada pasien rawat inap. Penelusuran literatur dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest terhadap artikel yang diterbitkan Januari 2016-Desember 2026. Kata kunci disusun berdasarkan kerangka PICO dengan pasien rawat inap sebagai populasi dan kekuatan otot serta kelelahan fisik sebagai luaran. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA. Dari 704 artikel yang teridentifikasi, 12 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia 50-80 tahun mengalami penurunan fungsi fisik. Penurunan kekuatan otot dan peningkatan kelelahan fisik terjadi secara progresif selama hospitalisasi hingga setelah pasien pulang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan atrofi dan kehilangan massa otot, serta menurunkan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga meningkatkan risiko disabilitas dan rehospitalisasi. Pemantauan rutin kekuatan otot dan kelelahan fisik diperlukan untuk mencegah penurunan fungsi, mempertahankan kemandirian pasien, dan mendukung proses pemulihan secara optimal. Oleh karena itu, asesmen fungsi fisik sejak awal hingga setelah hospitalisasi penting dilakukan sebagai dasar perencanaan intervensi keperawatan dan rehabilitasi yang tepat, berkelanjutan, serta berorientasi pada kebutuhan pasien.