I Nyoman Arya Maha Putra
Institut Teknologi Dan Kesehatan Bali

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

GAMBARAN FASILITAS MENCUCI TANGAN SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN KERAMBITAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 I Dewa Ayu Agung Yuli Paramita; Made Rismawan; I Nyoman Arya Maha Putra
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.628 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v6i1.342

Abstract

Mencuci tangan sangat penting dilakukan oleh siswa sekolah dasar dalam rangka memutus rantai penularan COVID-19. Fasilitas mencuci tangan di sekolah pada masa pandemi COVID-19 sangat diperlukan. Ketersediaan dan kondisi fasilitas mencuci tangan berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya dikarenakan berbagai faktor. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui gambaran kondisi fasilitas mencuci tangan di Sekolah Dasar Negeri Pada Masa Pandemi Covid 19 di Kecamatan Kerambitan. Metode Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah desain penelitian cross sectional yang dilaksanakan tanggal 1– 31 Maret 2021. Populasi meliputi seluruh sekolah dasar negeri di Kecamatan Kerambitan sebanyak 28 sekolah. Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan analisa data menggunakan Analisa Univariate yaitu descriptive statistic. Hasil Penelitian Mayoritas fasilitas mencuci tangan berada dalam kondisi baik sebanyak 26 sekolah (92,9%) dan berada dalam kondisi cukup sebanyak 2 sekolah (7,1%). Kesimpulan Disarankan kepada kepala sekolah seluruh sekolah dasar negeri untuk tetap memberikan dukungan kepada para siswa berupa adanya fasilitas mencuci tangan yang lengkap dengan kondisi bersih untuk mencegah rantai penularan penyakit pada masa pandemi COVID-19. Kata Kunci: Fasilitas, Mencuci Tangan, Sekolah Dasar
RELATIONSHIP OF MOTIVATION AND AWARENESS WITH SELF-EFFICACY OF UNDERGRADUATE NURSING STUDENTS IN CARDIOPULMONARY RESUSCITATION Yustina Ni Putu Yusniawati; Ida Rahmawati; I Nyoman Arya Mahaputra
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol 11 No 1 (2022): Nurse and Health: Jurnal Keperawatan January-June 2022
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/nhjk.v11i1.346

Abstract

Background: Cardiac arrest is an unpredictable incident where the heart stops working very quickly, becoming a major health concern globally, especially during the COVID-19 pandemic. Death occurs when the victim is delayed in obtaining cardiopulmonary resuscitation (CPR). All levels of society, especially undergraduate nursing students, must be able to perform CPR by increasing their ability to become qualified CPR bystanders. Objectives: This research aims to analyze factors related to the self-efficacy of undergraduate nursing students (motivation and awareness) in performing CPR on undergraduate nursing students in Indonesia. Methods: This is quantitative research with a cross-sectional approach, using a purposive sampling technique. Sample in this research 290 students. Data collection was carried out from January 2021 to February 2021 through google form online questionnaire containing: demographic data, the dependent variable which is motivation and awareness, and the dependent variable which is nurse efficacy. Statistical test for bivariate using spearmen rho and multivariate using logistic regression. Results: The results showed that most undergraduate nursing students had good efficacy when facing cardiac arrests, with 166 (57.2%). The results of the binary logistic regression showed that the factors associated with nursing undergraduate efficacy were motivation (OR=1.106 95% CI = 0.497-2,458 p-value 0.000) and awareness (OR = 18.575 95% CI = 7,798-44,245 p-value 0.000). Conclusion: Good efficacy of nursing undergraduate students can be attained through collaboration between student motivation and awareness in performing CPR on victims with cardiac arrest.
Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Komorbiditas Dengan Perilaku Perawatan Diri Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) I Nengah Adiana; I Nyoman Arya Maha Putra
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v7i1.486

Abstract

Abstrak Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan penyakit kronis yang progresif yang membutuhkan kemampuan pasien melakukan perawatan diri. Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan komorbiditas dengan perilaku perawatan diri pasien PPOK. Desain penelitian adalah deskriptif korelasi menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 72 responden menggunakan tehnik purposive sampling. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2020 di Poliklinik paru BRSU Tabanan. Data di analisis dengan uji korelasi Spearman dan uji korelasi Eta menggunakan program SPSS. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p=0.001) dengan perilaku perawatan diri pasien PPOK dengan α=0,05. Variabel komorbiditas tidak ada hubungan yang signifikan dengan perilaku perawatan diri pasien PPOK (p=0.469). Tingkat pendidikan responden mempengaruhi perilaku perawatan diri pasien PPOK terkait akses sumber informasi dan informasi spesifik tentang perawatan diri yang mereka peroleh dari pemberi pelayanan kesehatan. Kata kunci: pendidikan, komorbiditas, perilaku perawatan diri, PPOK
Skrining Kanker Serviks pada Wanita Perimenopause: Studi Deskriptif Tentang Pengetahuan, Dukungan Keluarga, dan Motivasi Ni Putu Sri Haryati; Ni Wayan Manik Parwati; Idah Ayu Wulandari; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja; I Nyoman Arya Maha Putra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks diperkirakan menjadi yang keempat paling umum penyebab insiden dan kematian kanker di antara wanita secara global pada tahun 2018. Program skrining kanker serviks yang dilakukan secara konsisten telah dikaitkan dengan penurunan kejadian dan kematian yang diakibatkan kanker serviks. Berbagai upaya promotif dan preventif dilakukan untuk menurunkan insidensi kanker serviks, salah satunya dengan memberikan edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pengetahuan dan motivasi wanita perimenopause untuk melakukan skrining kanker serviks serta dukungan keluarga yang merupakan faktor penting yang kemungkinan dapat mempengaruhi kesediaan wanita perimenopause untuk melakukan skrining kanker serviks. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan sampel penelitian yaitu wanita perimenopause yang melakukan kunjungan ke praktik mandiri bidan di wilayah Kota Denpasar. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling. Penelitian dilakukan selama Bulan Juli-Agustus 2022 dengan menggunakan kuesioner. Hasil studi menunjukkan tingginya motivasi untuk melakukan skrining kanker serviks, namun perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan disertai dengan dukungan keluarga untuk mengoptimalkan terlaksananya skrining kanker serviks.
Kekuatan Otot dan Kelelahan Fisik pada Pasien Rawat Inap: A Literature Review Komang Ngurah Suputra Prasetya; I Ketut Swarjana; I Nyoman Arya Maha Putra; I Putu Gde Yudara Sandra Putra
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63603

Abstract

Pasien rawat inap sering mengalami penurunan kondisi fisik berupa berkurangnya kekuatan otot dan meningkatnya kelelahan fisik yang dapat menurunkan kapasitas fungsional, menghambat pemulihan, serta meningkatkan risiko disabilitas dan rawat inap kembali. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dampak hospitalisasi terhadap kekuatan otot dan kelelahan fisik pada pasien rawat inap. Penelusuran literatur dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest terhadap artikel yang diterbitkan Januari 2016-Desember 2026. Kata kunci disusun berdasarkan kerangka PICO dengan pasien rawat inap sebagai populasi dan kekuatan otot serta kelelahan fisik sebagai luaran. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA. Dari 704 artikel yang teridentifikasi, 12 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia 50-80 tahun mengalami penurunan fungsi fisik. Penurunan kekuatan otot dan peningkatan kelelahan fisik terjadi secara progresif selama hospitalisasi hingga setelah pasien pulang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan atrofi dan kehilangan massa otot, serta menurunkan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga meningkatkan risiko disabilitas dan rehospitalisasi. Pemantauan rutin kekuatan otot dan kelelahan fisik diperlukan untuk mencegah penurunan fungsi, mempertahankan kemandirian pasien, dan mendukung proses pemulihan secara optimal. Oleh karena itu, asesmen fungsi fisik sejak awal hingga setelah hospitalisasi penting dilakukan sebagai dasar perencanaan intervensi keperawatan dan rehabilitasi yang tepat, berkelanjutan, serta berorientasi pada kebutuhan pasien.
Determinants of palliative care implementation in the end-of-life phase: A systematic literature review Kadek Leni; Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini; I Nyoman Arya Maha Putra; Ni Kadek Sriasih
MIN Vol. 9 No. 7 (2026): Volume 9 Number 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/min.v9i7.4267

Abstract

Background: End-of-life palliative care depends on interacting determinants that have not been examined within a single theoretical framework. Purpose: To identify and synthesize the determinants of end-of-life palliative care implementation and to interpret them using Social Cognitive Theory. Method: This systematic literature review (PRISMA 2020; PEO framework) searched PubMed, Scopus, Web of Science, CINAHL, and Google Scholar, supplemented by Cochrane CENTRAL and PROSPERO, on 12 July 2026 for English-language original research published from 2020. Study quality was appraised with JBI, CASP, or MMAT tools, and findings were synthesized narratively (SWiM). Results: Of 420 records, 17 studies (16 independent samples) were included. Knowledge was suboptimal (64.5%–75% correct). Core competence was the strongest predictor of practice in one multicenter study (β = 0.656), in-service training was associated with better practice (β = 0.26, p = .006), and 73%–82% of professionals in four studies lacked formal training. In one Dutch study, 44% of patients and 24% of families had not discussed stopping curative treatment. Confidence in the findings was low to moderate. Conclusion: Individual, educational, and communication determinants appear to interact within organizational and family contexts, but the evidence is small and largely cross-sectional; longitudinal and interventional studies are needed.