Novi Maulidia
Universitas Islam Negeri Madura, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi Eksploitasi Alam dan Krisis Ekologis dalam Cerpen Indonesia Novi Maulidia; Agik Nur Efendi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v6i3.4448

Abstract

Krisis ekologis yang semakin kompleks mendorong karya sastra untuk menghadirkan refleksi kritis mengenai relasi manusia dengan alam, terutama melalui representasi eksploitasi dan degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi krisis ekologis dan relasi manusia dengan alam dalam cerpen Pohon-pohon Jalan Protokol karya Kiki Sulistyo dan Amarah dari Bukit karya Iyek Aghnia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian kepustakaan yang menjadikan teks cerpen sebagai sumber data utama. Data dikumpulkan melalui teknik simak-catat dan dianalisis menggunakan perspektif ekokritik untuk mengidentifikasi bentuk dominasi, eksploitasi, dan degradasi lingkungan yang direpresentasikan dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis ekologis direpresentasikan melalui komodifikasi alam, ketika pohon dipandang sebagai sumber keuntungan ekonomi dan bukan sebagai bagian dari ekosistem. Representasi tersebut juga memperlihatkan dominasi institusional melalui kebijakan penebangan pohon yang menempatkan lingkungan sebagai objek pengaturan berdasarkan kepentingan manusia. Selain itu, kerusakan bukit dan hilangnya vegetasi merepresentasikan konsekuensi eksploitasi alam yang didorong oleh ambisi memperoleh kemakmuran pribadi. Temuan penelitian menegaskan bahwa krisis ekologis dalam kedua cerpen tidak hanya berupa kerusakan fisik lingkungan, tetapi juga mencerminkan krisis etika dan paradigma manusia dalam memandang alam sebagai komoditas, sehingga sastra berfungsi sebagai medium kritik terhadap relasi manusia-alam yang tidak berkelanjutan.