Nurfitria J
Fakultas Farmasi, PSPA, Unibersitas Megarezky Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGUATAN PERAN KELUARGA DAN APOTEKER DALAM MENINGKATKAN KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS Mirfaidah N; Nurfiddin F; Nurfitria J
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 12 No 2 (2026): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v12i2.20441

Abstract

Tuberkulosis atau sering disebut TBC adalah penyakit menular dari kuman Mycobacterium tuberculosis yang menyebar melalui udara, terutama jika pasien TBC batuk, bersin atau meludah. TBC termasuk salah satu penyakit yang paling berbahaya di dunia. Kasus TBC di Indonesia saat ini berada di peringkat kedua negara dengan beban TBC terbanyak di dunia setelah India, dengan perkiraan kasus baru sebanyak 969.000 kasus dan kematian mencapai 144.000 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, baru 74% atau sebesar 717,941 yang ditemukan dan diobati. Dengan demikian, terdapat sebanyak 251,059 orang dengan TBC yang belum diobati dan berisiko menjadi sumber penularan bagi orang di sekitarnya. Dinkes Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan kasus tuberkulosis tembus 10.715 pasien dalam lima bulan atau Januari-Mei 2025. Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Indonesia, telah diterbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Tujuan dilakukan pengabdian ini untuk mendukung pencapaian eliminasi TBC 2030 sesuai dengan amanat Perpres 67/2021 dalam memperingati Hari TBC Sedunia (HTBS) setiap tanggal 24 Maret, mendukung upaya penanggulangan TBC khususnya daerah Makassar dari resisten penggunaan obat Tuberculosis, maka kegiatan ini diusung dengan tema “Penguatan Peran Keluarga dan Apoteker dalam Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan Tuberkulosis”. Metode dilakukan dengan penyuluhan secara langsung, diskusi, tanya jawab dan pemeriksaan kesehatan. Hasil penyuluhan dari 90 warga, peningkatan pengetahuan sekitar 60% (54 warga) aktif dalam proses tanya-jawab dan diskusi materi, 60% peran keluarga dalam pencegahan dan peran apoteker masih dalam edukasi di puskesmas, hal ini dapat disimpulkan bahwa, masyarakat masih perlu diberikan secara rutin terkait bahaya hingga edukasi mencegah resistensi obat dan kekambuhan TBC, khususnya di daerah terpencil seperti dusun-dusun yang tersebar di kabupaten Gowa.