Pengawasan mutu pada produksi seasoning penting dilakukan untuk menjaga konsistensi mutu dan keamanan produk mi instan. Seasoning memiliki karakteristik yang berbeda berdasarkan bentuknya, sehingga diperlukan pengendalian pada setiap tahapan proses produksi. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai tahapan pembuatan seasoning sekaligus pelaksanaan pengendalian kualitas pada seasoning oil, seasoning powder, dan koya di PT Jakarana Tama Ciawi-Bogor. Metode yang digunakan meliputi praktik kerja langsung, observasi proses produksi, wawancara dan pencatatan, diskusi, serta studi pustaka. Informasi hasil kegiatan kemudian dikaji menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengaitan temuan di lapangan dengan konsep pengawasan mutu dan sumber pustaka yang sesuai. Pengendalian mutu diterapkan sepanjang rangkaian produksi, dimulai dengan pengecekan bahan yang akan digunakan, pemantauan selama pengolahan berlangsung, kemudian dilanjutkan sampai produk dikemas. Pada seasoning oil, pengendalian terutama dilakukan pada tahap penggorengan melalui pengawasan suhu dan waktu, dilanjutkan dengan pengendalian kualitas minyak, homogenitas pencampuran, dan integritas kemasan. Pada seasoning powder, pengawasan meliputi kondisi penyimpanan, ukuran partikel, penimbangan, pengayakan, homogenitas pencampuran, serta kondisi kemasan untuk mencegah penyerapan kelembapan dan penggumpalan. Pada produksi koya, pengawasan difokuskan pada kondisi bahan baku, ukuran bahan, suhu penggorengan, penirisan, penghalusan, dan homogenitas pencampuran. Pengawasan pada setiap tahapan tersebut berperan dalam menjaga konsistensi karakteristik dan keamanan produk. Secara keseluruhan, penerapan pengawasan mutu pada proses produksi seasoning mendukung pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan yang ditetapkan perusahaan.