An Nidha, Amalia
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ekstrak Moringa oleifera sebagai Terapi Adjuvan dalam Menurunkan Kadar IL-6 pada Pasien Reaksi Kusta Tipe 1 An Nidha, Amalia; Yuniati, Renni; Putra, Farmaditya Eka
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 6, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.6.1.2024.10-18

Abstract

Latar Belakang: Reaksi Kusta adalah suatu episode hipersensitivitas akut yang dapat terjadi sebelum, saat, atau setelah pengobatan. Beberapa kasus, reaksi kusta yang parah dapat mengancam jiwa pasien. Interleukin-6 (IL-6) adalah sitokin multifungsi terlibat dalam regulasi respon imun, peradangan, reaksi fase akut, dan pertumbuhan hematopoietik. Pada reaksi kusta IL-6 menginduksi respon inflamasi akut saat disintesis di lokasi infeksi oleh sel-sel inflamasi. Moringa oleifera diketahui memiliki senyawa bioaktif yang me-miliki fungsi biologis salah satunya anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek dari ekstrak Moringa oleifera sebagai terapi Adjuvan dalam menurunkan kadar IL-6 pada pasien dengan Reaksi Kusta Tipe 1Metode: Penelitian ini menggunakan studi eksperimental dengan desain pre and post randomized single blinded controlled trial. Sampel pada penelitian ini adalah pasien kusta dengan reaksi tipe 1 yang berkunjung ke Poliklinik Kulit atau dirawat di RSUD dr. Rehatta Provinsi Jawa Tengah pada bulan Desember 2023-April 2024 dengan jumlah 22 subjek yang dibagi kedalam dua kelompok yaitu kontrol dan perlakuan. Subjek pada kelompok perlakuan mendapatkan terapi Prednison dan ekstrak Moringa oleifera 2gr/hari. Sedang-kan pada kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi Prednison yang dilakukan selama 1 bulan. Kadar IL-6 pretest dan postest dilakukan meng-gunakan metode sandwich Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).Hasil: Analisis perbedaan kadar serum IL-6 pretest dan postest dengan uji Wilcoxon pada kelompok perlakuan didapatkan nilai p=0,155 dan kontrol p=0,110. Sedangkan perbedaan antar kelompok perlakuan dan kontrol dengan uji Mann Whitney menunjukkan nilai p=0,412 pada postest. Sehingga dapat dilihat bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05) antara pretest dan postest serta perbandingan antar kelompok.Kesimpulan: Pemberian terapi adjuvan ekstrak Moringa oleifera 2gr/hr tidak berpengaruh terhadap penurunan kadar IL-6 pada pasien reaksi kusta tipe 1.
A Relationship Between Duration of Illness and Interleukin-6 Levels in Patients with Type 1 Leprosy Reactions at Donorejo Hospital, Jepara an nidha, Amalia; Nur Qolby, Qonita; Nurisma Putri, Syifa
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 53 No 1 (2026): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v53i1.605

Abstract

   Pendahuluan: PReaksi kusta adalah respon inflamasi akut yang terjadi sebelum, saat atau setelah pengobatan Lepra. Interleukin-6 (IL-6) sebagai sitokin pro inflamasi multifungsi berperan penting dalam modulasi respon imun adaptif maupun inflamasi akut yang sering meningkat pada kasus reaksi kusta. Salah satu faktor lain yang dicurigai berpengaruh adalah lama sakit. Lama sakit yang lebih panjang bisa mencerminkan periode inflamasi yang berkepanjangan, yang berpotensi berhubungan dengan pergeseran respons imun dan perubahan kadar sitokin seperti IL-6. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama sakit dengan kadar IL-6 pasien reaksi kusta tipe 1 yang di rawat di RS Donorejo Jepara. Metode: Penelitian merupakan studi analitik observasional desain cross sectional. Sampel merupakan pasien reaksi kusta tipe 1 yang berkunjung pada bulan Maret - April 2024 di RS Donorejo, memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah subjek 22 orang. Serum IL-6 diperiksa dengan metode Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) dan dianalisis korelasinya dengan lama sakit. Hasil: Analisis hubungan lama sakit dan kadar IL-6 diukur menggunakan uji Spearman dan menunjukkan nilai p=0.839. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna (p>0.05) antara lama sakit dan kadar IL-6 pasien reaksi kusta tipe 1. Dengan demikian, semakin lama durasi sakit tidak berpengaruh terhadap parameter kadar IL-6 pada pasien reaksi kusta tipe 1. Simpulan: Tidak ada hubungan antara lama sakit dan kadar IL-6 pada pasien reaksi kusta tipe 1.