Indah Mutia
Sekolah Tinggi Agama Islam Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai, Kalimantan Selatan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Etika Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dalam Pendidikan Agama Islam terhadap Perspektif Filsafat Ilmu Indah Mutia
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 3 (2026): September-Desember Integrating Multidisciplinary Knowledge for Sustainable Comm
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/kqh2dj60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital orang tua dalam membentuk karakter anak usia dini di tengah paparan media berbasis algoritma di KB Islam Al-Izzah Purwokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memperoleh gambaran secara Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan kecerdasan buatan dalam Pendidikan Agama Islam serta mengkaji prinsip etika penggunaannya melalui perspektif filsafat ilmu. Penelitian menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari buku, artikel jurnal ilmiah, hasil penelitian terdahulu, dan sumber akademik yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan buatan memiliki potensi dalam mendukung pembelajaran PAI, baik dalam membantu guru menyiapkan materi, evaluasi, dan aktivitas pembelajaran maupun dalam membantu peserta didik memperoleh informasi, memahami materi, dan mengembangkan literasi digital. Namun, penggunaannya menghadirkan persoalan etika berupa kejujuran akademik, plagiarisme, ketergantungan teknologi, validitas informasi keagamaan, dan tanggung jawab terhadap hasil yang diperoleh. Dalam perspektif filsafat ilmu, kecerdasan buatan perlu dipahami sebagai sarana pengolahan dan pengembangan pengetahuan, bukan sebagai pengganti manusia sebagai subjek pengetahuan. Pemanfaatannya dalam PAI perlu berlandaskan kemampuan berpikir kritis, verifikasi sumber, nilai moral Islam, dan kemaslahatan agar teknologi mendukung pencapaian tujuan pendidikan secara utuh.