Preeklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), preeklamsia dan eklampsia menyumbang sekitar 10–15% penyebab kematian maternal secara global. Di Indonesia, hipertensi dalam kehamilan masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu selain perdarahan dan infeksi. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian preeklamsia antara lain usia ibu dan paritas. Ibu hamil usia <20 tahun dan >35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami preeklamsia dibandingkan usia reproduksi sehat 20–35 tahun. Selain itu, ibu primipara juga diketahui lebih rentan mengalami preeklamsia dibandingkan multipara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia ibu dan paritas terhadap kejadian preeklamsia di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibaru Kota Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan case control retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil yang mengalami preeklamsia di wilayah kerja Jatibaru tahun 2025 sebanyak 339 orang. Sampel sejumlah 72 ibu hamil, yaitu 24 kasus preeklamsia dan 48 kontrol tanpa preeklamsia. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling pada kasus dan control yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh melalui rekam medis menggunakan lembar checklist penelitian dan dianalisis menggunakan uji chi-square dengan koreksi kontinuitas yates pada a=0,05. Hasil Penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia ibu dengan kejadian preeklamsia (p = 0,920; OR = 1,27; 95% CI = 0,40–4,03) dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara paritas dengan kejadian preeklamsia (p = 0,796; OR = 1,30; 95% CI = 0,48–3,56).