Pada dasarnya perilaku konsumtif yang berlebihan tidaklah mencerminkan muslim yang baik, hal tersebut membuat diri semakin serakah dan tidak memperdulikan orang lain yang juga membutuhkannya. Sehingga yang terjadi adalah kurangnya filantropi di lingkungan sekitar karena tindakan rasa ingin memilki secara berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi sembako berlebihan masyarakat sekumpul yang ditinjau dari perspektif ekonomi islam. Penelitian ini mengambil 2 orang responden perempuan melalui pertanyaan secara langsung dan melalui via whatsapp. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes wawancara. Analisis wawancara dilakukan secara terstruktur dengan menyiapkan terlebih dahulu beberapa pertanyaan yang akan di tanyakan kepada narasumer yang bersangkutan. Analisis data penelitian ialah menggunakan metode deskripstif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat sekumpul memiliki kecenderungan tidak bisa meminimalisir konsumsi sembako karena bagi mereka kelangkaan sembako di daerah mereka sangat jarang, sehingga masyarakat juga membebaskan atau tidak membatasi pembelian sembako dan dari informan sendiri juga berusaha memanfaatkan sembako sebaik mungkin dengan tidak mengolahnya secara berlebihan sehingga tidak ada sisa makanan yang terbuang. Pendapat lain dari informan juga sudah menjelaskan bahwa seharusnya bukan masyarakat yang mengurangi konsumsi sembako tetapi, pemerintahlah yang seharusnya memperluas lahan pertanian, peternakan dan lainnya agar stok kesediaan sembako tidak mengalami kelangkaan.